Nagan Raya I Antarwaktu.com – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto bersama Bupati Nagan Raya, Provinsi Aceh, Dr TR Keumangan SH MH meninjau lokasi pengungsian korban banjir bandang dan tanah longsor di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Minggu (4/1/2026).
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan, hingga saat ini Provinsi Aceh, khususnya Kabupaten Nagan Raya, masih berstatus tanggap darurat bencana karena masih banyak warga yang harus bertahan di lokasi pengungsian akibat banjir.
“Khusus di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, kami memastikan seluruh kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi, mulai dari logistik, layanan dasar, hingga penyediaan hunian sementara dan hunian tetap,” ujar Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto.
Di lokasi pengungsian, Kepala BNPB menyerahkan bantuan secara simbolis kepada warga, termasuk anak-anak, serta berdialog langsung untuk mendengarkan keluhan dan kebutuhan mendesak para pengungsi.
Menurutnya, tenda pengungsian darurat akan segera diganti, namun pemindahan pengungsi ke hunian sementara yang lebih layak menjadi prioritas utama.
“Sebagus apa pun tenda, tetap tidak akan memberikan kenyamanan maksimal. Yang terpenting adalah memindahkan pengungsi ke hunian sementara,” tegasnya.
BNPB memperkirakan akan membangun sekitar 600 unit hunian sementara di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang. Pembangunan tersebut akan dilaksanakan secara gotong royong dengan melibatkan pemerintah daerah, TNI, Polri, serta masyarakat setempat.
“Warga menginginkan pembangunan dilakukan secara gotong royong agar prosesnya lebih cepat dan hunian sementara segera bisa ditempati,” ujar Suharyanto.
Dalam peninjauan tersebut, turut hadir Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Jarwansah, SPd MAP MM, unsur Forkopimda, Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Zulkifli, SPd., serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait
Sementara itu, Bupati Nagan Raya, Provinsi Aceh, Dr TR Keumangan SH MH mengatakan Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang menjadi salah satu wilayah paling parah terdampak bencana hidrometeorologi di Nagan Raya.
Sekitar 85 persen rumah warga, fasilitas umum, serta infrastruktur dilaporkan mengalami kerusakan berat hingga rusak total, menyebabkan ribuan warga terpaksa mengungsi.
Bupati Nagan Raya yang akrab disapa TRK menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Nagan Raya telah mengusulkan pembangunan hunian sementara atau huntara sebanyak 609 unit bagi warga terdampak di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang.
“Rinciannya, Gampong Blang Meurandeh sebanyak 91 unit, Gampong Kuta Teungoh 222 unit, Gampong Babah Suak 166 unit, dan Gampong Blang Puuk 130 unit,” kata TRK.
Ia menegaskan, percepatan pembangunan hunian sementara menjadi prioritas pemerintah daerah, mengingat para pengungsi akan segera memasuki bulan suci Ramadan.
“Alhamdulillah, dengan kehadiran Kepala BNPB, semangat para pengungsi semakin meningkat. Kami berharap hunian sementara ini dapat segera dibangun, apalagi Ramadan sudah semakin dekat,” ujarnya.
TRK juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, khususnya BNPB, atas respon cepat dan perhatian serius dalam penanganan pascabencana hidrometeorologi di Kabupaten Nagan Raya.
“Terima kasih kepada Kepala BNPB atas kunjungan dan dukungan nyata bagi masyarakat Nagan Raya,” ucapnya