“Mencatat Investasi Nasional” Gen Z Dominasi Pertumbuhan Nasabah Tabungan Emas Pegadaian

Jakarta | antarwaktu.com – Diketahui istilah nasabah adalah individu, kelompok, atau badan hukum yang menggunakan jasa atau layanan dari lembaga keuangan seperti bank, asuransi, atau koperasi, dengan memiliki hubungan atau kepercayaan finansial dengan lembaga tersebut untuk berbagai kebutuhan seperti menabung, meminjam, atau proteksi finansial.

Hal itu, untuk pertumbuhan nasabah, PT Pegadaian mencatat fenomena menarik dalam peta investasi nasional sepanjang tahun 2025. Kelompok usia Gen Z kini secara resmi menjadi motor utama pertumbuhan investasi emas digital di Indonesia. “Artinya, dengan fenomena ini tercermin dari lonjakan signifikan jumlah pengguna produk Tabungan Emas yang kini didominasi oleh kaum muda berusia 18 hingga 27 tahun tersebut,” ujar Kepala Divisi Bisnis Bulion PT Pegadaian, Kadek Eva Suputra, Selasa (6/1/2026).

Ia menyebutkan, bahwa berdasarkan data internal perusahaan, nasabah kelompok usia Gen Z (kelahiran 1997–2007) mencatatkan pertumbuhan tahunan Year-on-Year yang sangat fantastis, yakni sebesar 116%. “Jadi, angka ini jauh melampaui pertumbuhan kelompok usia lainnya, di mana Milenial tumbuh sebesar 49% (YoY), disusul oleh Gen X sebesar 34% (YoY), dan Baby Boomer sebesar 32% (YoY). Hingga akhir tahun 2025, total pengguna Tabungan Emas Pegadaian secara nasional telah mencapai 4,85 juta nasabah,” ucap Kadek Eva Suputra.

Ditambahkannya, bahwa dengan pertumbuhan luar biasa di kalangan Gen Z ini mencerminkan pergeseran paradigma investasi di Indonesia. Kaum muda saat ini bukan lagi sekadar penonton, melainkan pelaku aktif yang sangat sadar akan pentingnya financial planning sejak dini. “Hal tersebut, mereka memilih emas karena sifatnya sebagai aset safe haven yang kini dikemas secara modern melalui platform digital,” papar Kadek Eva Suputra.

Diceritakannya, bahwa sebagai kelompok digital native, dominasi Gen Z didorong oleh preferensi kuat mereka terhadap layanan yang praktis, cepat, dan berbasis mobile. Lonjakan ini terjadi berkat kemudahan aksesibilitas tanpa batas yang ditawarkan aplikasi Tring! by Pegadaian, di mana proses pembukaan akun hingga pembelian emas dapat diselesaikan dalam hitungan menit secara real-time. “Bahkan, dengan karakteristik Gen Z yang menyukai efisiensi atau gaya “sat-set” sangat terakomodasi melalui fitur transaksi instan dan otomatisasi yang memungkinkan mereka menabung emas secara konsisten tanpa prosedur rumit,” pungkasnya.

Ia juga menambahkan, selain faktor teknologi, masifnya edukasi finansial melalui platform media sosial seperti TikTok, Instagram, dan YouTube turut membangun urgensi berinvestasi di kalangan muda. “Hal ini dibarengi dengan meningkatnya literasi keuangan yang membuat Gen Z lebih proaktif dalam menyiapkan dana darurat serta perencanaan jangka panjang guna menghadapi ketidakpastian ekonomi global di masa depan,” tukas Kadek Eva Suputra.

Pertanyaan Kadek Eva Suputra, juga diamini Pemimpin Wilayah VIII Jakarta 1 PT Pegadaian Ahmad Zaenudin menyampaikan, bahwa pertumbuhan signifikan nasabah muda juga sangat terasa di wilayah kerjanya yaitu Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jatiwaringin, Bekasi, Depok, dan Bogor.

“Wilayah Jakarta dan sekitarnya menunjukkan antusiasme Gen Z yang sangat tinggi terhadap Tabungan Emas. Mereka semakin sadar bahwa investasi tidak harus menunggu mapan. Dengan nominal terjangkau dan akses digital yang mudah, Tabungan Emas menjadi pintu masuk bagi generasi muda untuk membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak dini,” ungkap Ahmad Zaenudin.

Ahmad Zaenudin menjelaskan, bahwa dengan melalui visi sebagai The Leader in Gold Ecosystem, PT Pegadaian berkomitmen untuk terus berinovasi dalam menyediakan instrumen investasi yang aman, likuid, dan mudah dijangkau. “Jadi, berharap transformasi digital yang dilakukan perusahaan mampu menjawab kebutuhan lintas generasi, khususnya dalam menjembatani akses masyarakat muda menuju kemandirian finansial,” imbuhnya.

MAUL/RED

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *