Dankor Brimob Open Turnamen Bulutangkis Antar Pelajar

Kota Depok | antarwaktu.com – Bulu tangkis (badminton) adalah olahraga permainan bola kecil menggunakan raket dan kok (shuttlecock) yang dimainkan oleh dua orang (tunggal) atau dua pasangan (ganda) secara berlawanan. Tujuan utamanya adalah memukul kok melewati net agar jatuh di bidang permainan lawan dan mencegah lawan melakukan hal serupa, dengan skor yang ditentukan.

Seperti yang dilaksanakan Turnamen Bulutangkis Antar Pelajar Dankor Brimob Open 2026 yang digelar di GOR Bulutangkis Brimob Kelapa Dua, Kota Depok, 20-24 Januari 2026. Meski baru pertama kali diselenggarakan ternyata mampu menyedot animo besar dari kalangan pelajar.

Turnamen Bulutangkis tersebut, berhadiah total Rp 50 juta yang digagas Kesatuan Brimob Kelapa Dua Depok ini diikuti 502 pelajar dengan melibatkan para pelajar tingkat SD, SMP dan SMA.

Bahkan juga melibatkan 247 SD, 161 SMP, serta 76 SMA yang datang bukan hanya dari Kota Depok tapi juga Jakarta, Bekasi, Bogor, Tangerang, Bandung, Cirebon, Sukabumi, Karawang, Lampung, Palembang, Bangka Belitung, Bengkulu hingga Manado.

Para peserta bertarung di 18 kategori yang dipertandingkan, masing-masing Tunggal Putra & Putri SD Kelas 1 & 2, SD Kelas 3 & 4, SD Kelas 5 & 6, SMP Kelas 7 & 8, SMP Kelas 9 & SMA Kelas 10, Ganda SD Kelas 5 & 6, SMP Kelas 7 & 8, SMP Kelas 9 & SMA Kelas 10, serta SMA Kelas 11 & 12.

Komandan Korps Brimob Polri Komjen Pol Ramdani Hidayat mengaku, bahwa dirinya terkejut dengan besarnya animo para pelajar yang mengikuti event ini.

“Karena, semula kami mengira event ini hanya akan diikuti para pelajar dari Kota Depok dan sekitarnya. Ternyata dengan perkembangan teknologi saat ini informasi tentang event ini dengan cepat menyebar ke seluruh Indonesia,” ujar Ramdani Hidayat dalam keterangan yang diterima, Minggu (25/01/2026).

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana event ini AKBP Trisna Mulyana juga membenarkan, bahwa panitia terpaksa menutup pendaftaran lebih awal karena peserta yang terdaftar hingga seminggu menjelang kejuaraan sudah melebihi kapasitas.

“GOR yang kami miliki hanya tersedia tiga lapangan. Dengan 500 peserta saja terpaksa pertandingan harus berlangsung hingga larut malam. Untuk itu kami mohon maaf kepada para orang tua karena hanya menyediakan waktu ekstra untuk mendampingi anak-anaknya bertanding di kejuaraan ini,” jelas Trisna Mulyana.

Trisna juga menambahkan, bahwa sesuai arahan Komandan Korps Brimob Polri, kejuaraan ini pun tidak hanya terhenti sampai di sini saja tapi akan berlanjut dengan menggelar kejuaraan berikutnya.

“Jadi, rencana kami Juli mendatang bertepatan dengan Hari Bhayangkara akan kembali diselenggarakan. Banyak hal yang bisa dievaluasi dari kejuaraan ini. Salah satunya adalah penggunaan lapangan yang lebih banyak sehingga makin banyak peserta yang terlibat serta pertandingan tidak lagi berlangsung sampai larut malam,” pungkasnya.

MAUL

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *