Jakarta | antarwaktu.com – Ikatan Alumni PPM School of Management (IKA PPM) menggelar Seminar Transformasi Kepatuhan dan Optimalisasi Coretax System di Ruang A. M. Kadarman, Lantai 2, Gedung B, PPM School , Tugu Tani – Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 07 Februari 2026, mulai pukul 12.00 WIB.
Seminar ini diadakan dengan menggandeng Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI), Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Tangsel serta Sekolah Bisnis (Prasetiya Mulya & IPMI). Para peserta seminar adalah aparatur pemerintah, pelaku usaha dan generasi muda dengan harapan mereka menjadi wajib pajak yang profesional dan taat hukum.
Seminar Transformasi Kepatuhan dan Optimalisasi Coretax System ini sendiri merupakan persiapan praktis dan strategi efektif dalam penyusunan SPT PPH Badan. Serta mendukung Program Asta Cita Presiden Prabowo dan meningkatkan pemahaman, kesadaran dan kepatuhan melalui edukasi tentang peraturan terbaru
Adapun yang bertindak sebagai keynote speakers dalam seminar ini adalah Ketua Umum IKPI: Vaudy Starworld S., S. E., S. H., CA., ASEAN CPA. Keynote ahli pajaknya: Michael, S. E., Ak., M. Ak., BKP, CBC, A-CPA. Acara dipandu moderator Andrey Hasihola, S. E., Ak., M. Comm. yang merupaka dosen ahli di PPM School of Management, Tugu Tani – Menteng. Seminar ini berlangsung sangat kondusif dan lancar.
Ketua Umum IKA PPM, David Chandrawan, S. T., M. M, hadir dalam seminar itu. Ia didampingi oleh Ketua Umum IA IPMI: Eka Sri Dana Afriza, S. Sos., M. B. A., CEM, CRM dan Ketua INTI Tangsel: Santo Wirawan serta Perwakilan IKPI Tangsel, Nasrullah.
Dalam keterangannya, kepada awak media, David menyampaikan bahwa seminar Coretax ini dapat memberikan pemahaman kepada insan pajak. Agar, penggunaan via Coretax dapat menghindari denda serta praktis digunakan.

Pokok pembahasan seminar, kata David, yakni membantu alumni sekolah bisnis dan wajib pajak yang bekerja di bidang finance/pajak/owner/stake holder perusahaan/badan agar:
- Peserta dapat mempersiapkan strategi dan data pengisian SPT Tahunan sejak dini, serta mampu melakukan mitigasi risiko kesalahan implementasi Coretax Prefilling dan validasi SPT Tahunan PPh Badan di Cortax System
- Peserta mampu membuat worksheet rekonsiliasi laporan keuangan tahunan dan ekualisasi pajak (VAT & WHT) Vs SPT Tahunan Badan 2026 pada aplikasi simulasi SPT Tahunan Coretax dan excel kertas kerja.
Beberapa hal utama yang menjadi fokus pembahasan diskusi seminar antara lain sebagai berikut.
- Bagaimana cara mengelola manajemen pajak sesuai dengan kondisi masing-masing, mengingat setiap wajib pajak memiliki karakteristik kasus yang berbeda,
- Bagaimana keberlanjutan (sustainability) pilihan kategori wajib pajak orang pribadi, seperti KK (Kepala Keluarga), PH (Pisah Harta), HB (Hidup Berpisah) dan MT (Memilih Terpisah) dan perbedaan perhitungan pph terutangnya yang kini muncul dalam sistem Coretax,
- Bagaimana wajib pajak dapat beradaptasi dengan transformasi digital administrasi perpajakan yang tengah dijalankan pemerintah secara cepat.
Melalui forum ini, Eka Sri Dana Afriza berharap, para peserta dapat memperoleh wawasan strategis dan inspirasi praktis dalam meningkatkan literasi dan kepatuhan pajak melalui kegiatan edukatif.
“Karena, acara dikemas dalam bentuk business talk & panel discussion. Serta, dilakukan praktik pengisian pelaporan pajak yang memadukan jembatan informasi untuk memastikan transisi yang lancar dan pemanfaatan optimal dari sistem Coretax yang baru diluncurkan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP),” paparnya.
Sementara itu, Santo Wirawan, Ketua INTI Tangsel menjelaskan, Seminar Coretax ini bertujuan sebagai berikut.
- Memberikan pemahaman mendalam mengenai pembaruan administrasi sistem perpajakan (reformasi perpajakan jilid 3) yang dikenal sebagai Core Tax Administration System (CTAS),
- Mempersiapkan wajib pajak dalam menghadapi proses transisi ke Coretax, termasuk cara penginputan data dan strategi untuk memanfaatkannya secara maksimal,
- Meningkatkan kepatuhan pajak secara sukarela (voluntary compliance) melalui penyediaan sistem yang lebih mudah, andal, terintegrasi, akurat, dan pasti (MANTAP),
- Mengoptimalkan efisiensi dan transparansi administrasi perpajakan dengan mengotomatisasi proses bisnis inti, mulai dari pendaftaran, pembayaran, pelaporan SPT, hingga pemeriksaan dan penagihan pajak, semuanya dalam satu platform digital,
- Mengedukasi mengenai isu-isu kritis dan mitigasi risiko yang mungkin timbul selama implementasi Coretax, seperti integrasi dengan sistem ERP yang ada atau pemadanan NIK-NPWP, dan
- Mendukung efektivitas bisnis wajib pajak dengan menurunkan biaya kepatuhan (cost of compliance) melalui alur kerja yang disederhanakan dan pengingat otomatis.
Format acara sendiri berbentuk talkshow yang mengangkat pengalaman lapangan dan prinsip-prinsip praktis dari narasumber, dengan pendekatan yang membumi. Dan, pengalaman praktikal diselingi hiburan dari IKA PPM Voice, di bawah koordinasi Yan Wibisono, S.Si., M.M., Direktur HCM McDonald’s Indonesia yang juga alumni PPM ini yang membuat acara semakin menarik.
Dengan metode Worksheet simulasi Excel, diskusi panel dan Q&A interaktif, para peserta mendapatkan skill mumpuni dan pemberian goodie bag serta makan siang dan alunan musik membuat banyak kenangan indah dan baik dari acara ini.
“Semoga acara Seminar Coretax ini dapat memberikan pemahaman mendalam kepada wajib pajak mengenai sistem administrasi perpajakan berbasis teknologi yang baru, serta memfasilitasi transisi dari sistem lama ke Coretax Administration System (CTAS) yang lebih efisien, terintegrasi, dan akurat,” ujar David Chandrawan, Eka Sri Dana Afriza, Santo Wirawan, dan Nasrullah kompak.
(Yun)









