Kota Depok | antarwaktu.com – Seperti diketahui “Khotmil Quran” adalah tradisi atau kegiatan membaca Al-Quran dari surah Al-Fatihah hingga surah An-Naas (30 juz) hingga selesai. Istilah ini berasal dari bahasa Arab khatm yang berarti menamatkan atau membaca hingga akhir. Kegiatan ini sering diadakan sebagai bentuk rasa syukur, motivasi, dan mempererat kebersamaan dalam komunitas.
Guna menyemarakan bulan suci Ramadhan 1447 H/2026, Divisi Kerohanian Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Depok menyelenggarakan kegiatan khatm quran melalui program bertajuk Wartawan Mengaji.
Dalam kegiatan tersebut akan diselenggarakan sejak awal Ramadhan 19 Februari hingga 12 Maret 2026. Kegiatan puncak, Insya Allah diselenggarakan mengaji bersama di Kantor PWI Kota Depok pada 14 Maret 2026.
Adapun kegiatan yang diselenggarakan berupa;
- Tadarus Al-Qur’an per juz
- Kharm Quran
- Cerdas Cermat Al-Qur’an (CCQ) khusus wartawan PWI. Satu grup 3 orang. Tema CCQ seputar ilmu tajwid. Hadiah menarik untuk 3 grup.
- Santunan Yatim/Dhuafa
- Bingkisan PWI Depok Peduli
- Kultum
- Bukber (Ifthar Jama’i)
“Insya Allah dengan giat Wartawan Menganji, bukan suci Ramadhan semakin bermakna dan diharapkan dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan,” ujar Ketua Panitia Wartawan Mengaji, Ustd Syahrudin (Wartawan sajada.id).
Ketua PWI Kota Depok, Rusdy Nurdiansyah mendukung penuh kegiatan guna semarakkan Ramadhan dengan Wartawan Mengaji yang kali kedua diadakan sejak Ramadhan tahun 2025 lalu.
“Jadi, saya himbau semua rekan wartawan PWI Kota Depok ikut serta mengaji, minimal 1 orang 1 juz, sehingga kita nanti bisa khatm quran bersama,” imbuh Rusdy.
Ia juga menambahkan, bahwa dengan giat Wartawan Mengaji, diharapakan semakin memperkokoh tali silaturahmi diantara para wartawan PWI Kota Depok.
“Selain itu diharapkan di bulan penuh berkah dan ampunan ini, para wartawan dapat intropeksi dengan khusuk untuk kembali menjadi manusia yang lebih beradab dan bermanfaat bagi agama dan kehidupan,” papar Rusdy Nurdiansyah, yang juga pemegang Pers Card Nomor One (PCNO), dari Presiden RI itu.
MAUL












