Sukabumi | antarwaktu.com – Peta politik Kota Mochi memanas di bulan suci. Dewan Pimpinan Daerah Partai Solidaritas Indonesia (DPD PSI) Kota Sukabumi secara resmi meluncurkan strategi baru yang tidak biasa.
Di bawah kepemimpinan Fauzie Hikmatussalam Sutisna, S.Kom., M.I.Kom., partai berlambang Gajah ini diyakini miliki “Filosofi Gajah” sebagai kompas perjuangan mereka.
Dalam agenda Buka Bersama dan Konsolidasi Internal PAC yang digelar di Kantor DPD PSI Kota Sukabumi,Jln Cemerlang Warudoyong Kota Dayeuh Luhur, Senin (02/03/2026), Fauzie menegaskan bahwa PSI bukan lagi sekadar partai anak muda, melainkan kekuatan politik yang bijaksana, kuat, dan berwibawa.
Mengapa Harus Gajah?
Fauzie mengungkapkan bahwa simbol Gajah dipilih karena mencerminkan lima pilar utama: Kekuatan Bangsa, Kesetiaan pada Konstitusi, Simbol Kemakmuran, Kecerdasan Berbasis Data, dan Kebijaksanaan.
”PSI Kota Sukabumi harus menjadi ‘Gajah’ yang berdiri di garda terdepan. Kita besar namun tenang, kuat namun penuh kebijaksanaan untuk melindungi hak rakyat,” tegas Fauzie di hadapan pengurus PAC dari tujuh kecamatan (Cikole, Citamiang, Warudoyong, Gunungpuyuh, Lembursitu, Baros, dan Cibeureum).
Politik 4.0: Aspirasi Warga Kini Masuk Sistem Digital
Sebagai pakar komunikasi dan teknologi, Fauzie membawa transformasi radikal dalam manajemen partai. Tak lagi sekadar kumpul-kumpul, para kader PAC kini dibekali Sistem Pelaporan Digital.
Setiap masalah warga—mulai dari jalan rusak di pelosok gang hingga kendala BPJS—akan diinput secara real-time ke pusat data DPD.
Berbasis Data: Mengidentifikasi titik kemiskinan dan pengangguran secara akurat.
Advokasi Cepat: Data lapangan langsung dikonversi menjadi bahan kebijakan politik.
Transparansi: Masyarakat bisa memantau sejauh mana aspirasi mereka diperjuangkan.
Fokus Ekonomi: Perut Kenyang, Dompet Terisi
Sesuai misi kemakmuran, PSI Kota Sukabumi menginstruksikan seluruh kader untuk menjadi pendamping UMKM.
Fokusnya jelas: membantu pelaku usaha kecil masuk ke ekosistem digital agar mampu bersaing di pasar global.
”Politik ujungnya adalah kesejahteraan. Kita ingin kemakmuran dirasakan merata di seluruh sudut Sukabumi, bukan hanya di pusat kota,” tambah sosok yang akrab disapa Mang Uzie ini.
Solidaritas Akar Rumput
Konsolidasi ini menjadi sinyal kuat bahwa mesin partai PSI di tingkat kecamatan telah “dipanaskan”. Dengan gaya komunikasi yang santun namun progresif, para “Gajah Pejuang” PSI siap turun ke pasar-pasar dan sentra industri kreatif untuk menjadi solusi nyata bagi warga.
Langkah strategis ini menandai era baru PSI Kota Sukabumi yang lebih matang, modern, dan siap mengguncang konstelasi politik lokal dengan kerja-kerja nyata yang terukur.
Kabiro Sukabumi, Tarman Sutarman











