Masjid Besar Assalam Jadi Saksi, Warga Cibadak Antusias Simak Capaian Nasional Duet Asjap-Andreas

​Sukabumi | antarwaktu.com – Gemuruh antusiasme warga memadati Masjid Besar Assalam, Karangtengah, Cibadak pada Rabu sore (4/3/2026).

Kehadiran masyarakat yang membeludak dalam agenda Muhibah Ramadhan ke-5 ini menjadi bukti kedekatan emosional warga dengan duet kepemimpinan Bupati Asep Japar (Asjap) dan Wakil Bupati Andreas.

​Dalam suasana religius yang hangat, momen ini dimanfaatkan Bupati Asjap untuk memaparkan refleksi satu tahun kinerjanya yang telah membuahkan hasil membanggakan di level nasional.

​Sinergi Kabinet: Keberhasilan Kolektif Pemkab Sukabumi

​Di hadapan tokoh agama dan masyarakat Cibadak, Bupati Asjap menegaskan bahwa prestasi Swasembada Pangan Nasional yang diraih Sukabumi adalah buah dari kerja tim yang solid.

Ia memaparkan bagaimana koordinasi antara pimpinan daerah dengan para Kepala Dinas (Kadis) serta seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berjalan selaras.

​”Apa yang kita capai hari ini, termasuk penghargaan nasional di sektor pangan, adalah hasil kerja keras kolektif. Saya bersama Pak Wabup Andreas, didukung penuh oleh para Kadis dan seluruh jajaran Pemkab, berkomitmen agar kebijakan kita benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani dan masyarakat di akar rumput,” papar Bupati Asjap yang disambut tepuk tangan warga.

​Poin Utama Pemaparan di Karangtengah Cibadak
​Ketahanan Pangan: Sukabumi berhasil menjadi barometer swasembada pangan yang diakui pusat.

​Solidaritas Birokrasi: Kekompakan para Kadis dalam menerjemahkan visi pimpinan menjadi program nyata di tiap kecamatan.
​Kedekatan Publik:

Program Muhibah Ramadhan menjadi sarana transparansi publik agar warga tahu apa saja yang sudah dikerjakan pemerintah selama satu tahun terakhir.

​Cibadak Jadi Barometer Dukungan Masyarakat
​Wabup Andreas yang turut mendampingi menambahkan bahwa antusiasme warga Karangtengah sore itu menjadi energi tambahan bagi pemerintah untuk terus berinovasi.

Ia menekankan bahwa pembangunan bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga soal kemandirian pangan dan kesejahteraan sosial.

​Acara yang berlangsung hingga menjelang berbuka puasa ini ditutup dengan pemberian santunan dan doa bersama untuk keberlanjutan pembangunan Sukabumi yang lebih baik.

Tarman Sutarman