Jakarta | antarwaktu.com – Diketahui Operasi Ketupat adalah operasi kepolisian terpusat tahunan di Indonesia yang bertujuan mengamankan perayaan Idulfitri, fokus pada kelancaran arus mudik-balik, serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Operasi ini melibatkan Polri, TNI, dan instansi terkait, dengan pendekatan humanis untuk memastikan perjalanan pemudik aman dan selamat.
Hal tersebut dilakukan Polda Metro Jaya mengamankan mudik Lebaran 2026. Ribuan personel diturunkan dalam Operasi Ketupat Jaya 2026, untuk memastikan keamanan arus mudik dan balik Hari Raya Idul Fitri.
“Jadi, dengan Operasi Ketupat Jaya 2026 ini, segera dilaksanakan mulai tanggal 13 hingga dengan 25 Maret,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada pewarta, Senin (9/3/2026).
Pernyataan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto itu di benarkan Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Komarudin, bahwa jumlah anggota yang diterjunkan total ada 6.800 personel dikerahkan. Mereka akan disebar baik untuk mengamankan jalur pemudik ataupun objek vital lainnya.
“Jadi, pada pelaksanaan Operasi Ketupat nanti, tidak kurang dari 6.800 personel lebih. Hal itu gabungan Polri, dan TNI, serta instansi terkait akan tergelar di seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya. Itu semua dalam rangka memberikan jaminan keamanan, kenyamanan dalam pelaksanaan kegiatan mudik lebaran,” papar Komarudin.
Dijelaskannya, bahwa berdasarkan prediksi Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Ia menyebutkan, puncak arus mudik Lebaran 2026 akan terjadi pada 16-18 Maret. Jakarta sendiri menduduki kota kedua dengan jumlah pemudik tertinggi di Indonesia.
“Jadi, nantinya akan terbagi menjadi tiga jurusan, tiga wilayah. Mulai yang ke arah barat ke wilayah Sumatera, kemudian arah selatan wilayah Bogor dan sekitarnya, termasuk wilayah timur arah Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, dan seterusnya,” jelas Komarudin.
Menurutnya, bahwa pihaknya akan mendirikan 101 pos pelayanan, pos pengaman dan pos pemantauan. Polda Metro Jaya, kata Komarudin, berkomitmen untuk menciptakan ‘Mudik Aman, Keluarga Bahagia’.
“Hal itu, tentunya kami juga mengimbau kepada seluruh masyarakat yang nantinya akan melaksanakan perjalanan untuk bisa memastikan yang pertama kondisi dalam keadaan fit ataupun sehat,” tutur Komarudin.
“Kemudian kondisi kendaraan juga demikian, dan rencanakan perjalanannya dalam waktu-waktu yang mungkin bisa diprediksi sehingga tidak bersamaan dengan puncak arus mudik, demikian juga dengan puncak arus balik,” imbuhnya.
Bahkan, pihaknya juga sudah menyiapkan skema pengamanan menilai libur Hari Raya Idul Fitri berbarengan dengan Hari Raya Nyepi. “Seluruh rangkaian kegiatan, termasuk tempat wisata di Jakarta akan diamankan,” tambah Komarudin.
Ia juga berharap para pemudik untuk mengantisipasi kondisi cuaca. Pihak kepolisian bersama stakeholder terkait sudah menyiapkan skema pengaturan arus lalu lintas jika terjadi banjir di jalur mudik.
“Kami juga telah memetakan titik-titik potensi genangan air sampai dengan banjir. jadi kalau genangan itu di kisaran 0 sampai dengan 30 cm, kalau sudah di atas 30 cm ini tentunya membutuhkan penanganan yang dimungkinkan juga akan ada pola rekayasa mengingat ruas jalan yang memang tidak bisa dilalui,” tukas Komarudin.
Komarudin melanjutkan, bahwa Polisi juga menyiapkan rest area untuk para pemudik yang menggunakan roda dua agar mereka bisa beristirahat sejenak. Rest area itu berlokasi di Pospam Jatiuwung dan Kalimalang.
“Kita juga menyiapkan rest area khusus pemotor, yang akan ke barat nanti ada di Pospam Jatiuwung kita siapkan untuk pemotor. karena pemotor ini kan perjalanan cukup jauh mereka akan nyebrang ke Sumatera melintasi Jalan Daan Mogot. Di beberapa spot lain di kalimalang, Bekasi juga kita siapkan,” paparnya.
Pihak kepolisian mengimbau para pemudik yang menggunakan roda dua agar tidak membawa muatan dan berboncengan berlebih. Komarudin meminta mereka mengedepankan keselamatan agar ‘Mudik Aman, Keluarga Bahagia’
“Jadi, untuk para pemudik yang nanti akan membawa kendaraan khususnya roda dua, kami juga mengimbau untuk memperhatikan yang pertama barang bawaan dan juga keluarga yang dibawa. Tidak overload, sesuaikan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” imbuh Komarudin.
Komarudin juga mengimbau agar masyarakat memperhatikan kesehatan fisik juga kelayakan kendaraan saat mudik. “Jadi, dirinya juga meminta para pemudik untuk mengantisipasi kondisi cuaca. Pihak kepolisian bersama stakeholder terkait sudah menyiapkan skema pengaturan arus lalu lintas jika terjadi banjir di jalur mudik,” tandasnya.
MAUL/RED






