Tangerang | antarwaktu.com – Kali Cirarab di Kabupaten Tangerang kerap mengeluarkan bau amis disertai perubahan warna menjadi kecoklatan. Kondisi ini lama dikeluhkan warga dan kini mulai menemukan titik terang.
Penelusuran pada Selasa, 21 April 2026, menemukan cairan berwarna kecoklatan mengalir dari saluran pembuangan yang diduga berasal dari PT Agarindo Bogatama di Jalan Agarindo KM 6, Desa Sukamantri.
Cairan tersebut mengeluarkan bau menyengat sebelum masuk ke aliran sungai.Aliran itu melintasi kawasan permukiman, mulai dari Kelurahan Kuta Jaya hingga Desa Gelam Jaya.
Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa perubahan kualitas air berkaitan dengan aktivitas pembuangan limbah dari kawasan industri.Tidak sedikit warga serta pengguna jalan yang melintasi Kali Cirarab mengeluhkan kondisi yang terus memburuk.
Warna air tampak semakin keruh, disertai bau menyengat yang terasa kuat saat volume aliran menurun.“Kalau siang atau air lagi surut, baunya makin terasa. Warnanya juga sudah berubah, tidak seperti dulu,” ujar Tirsno (45), warga Perumahan Regency.
Pemerhati lingkungan sekaligus Ketua LPM Desa Gelam Jaya, Agus Sunarya, menilai kondisi tersebut tidak bisa dianggap sepele. Ia menegaskan perubahan karakteristik air menjadi indikator kuat adanya pencemaran.
“Perubahan warna dan munculnya bau menyengat serta amis menunjukkan adanya kontaminasi. Kondisi ini perlu diuji secara ilmiah karena berpotensi mengandung zat berbahaya,” kata Agus,.
Menurutnya, jika cairan tersebut berasal dari aktivitas industri tanpa pengolahan sesuai standar, dampaknya dapat meluas. Pencemaran tidak hanya menurunkan kualitas air, tetapi juga mengancam ekosistem serta kesehatan masyarakat.
“Ini bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi menyangkut keselamatan publik. Pemerintah harus segera melakukan investigasi menyeluruh, termasuk uji laboratorium,” tegasnya.
Menanggapi laporan, Kapolresta Tangerang Kombes Pol. Dr. Raden Muhammad Jauhari, S.H., S.I.K., M.Si. langsung merespons dan memerintahkan jajarannya melakukan pengecekan di lokasi.“Baik, kami lakukan pengecekan,” ujar Kapolresta saat dikonfirmasi melalui pesan singkat. Rabu 22/04Langkah cepat tersebut menunjukkan respons aparat terhadap keluhan warga.
Warga pun berharap penanganan segera dilakukan agar dampak pencemaran tidak semakin meluas.Hingga berita ini diturunkan, pihak perusahaan yang diduga menjadi sumber limbah belum memberikan keterangan resmi.
Instansi terkait diharapkan segera mengambil langkah konkret untuk memastikan kondisi di lapangan.
Haidar






