Ratusan Siswa SD Adu Bakat dalam FLS3N, O2SN dan PAI Tingkat Kecamatan Pamulang

Tangsel | antarwaktu.com – Kemeriahan mewarnai lapangan SD Muhammadiyah 12 Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan pada Sabtu (09/05/2026).

Ratusan siswa-siswi jenjang Sekolah Dasar (SD) dari berbagai sekolah di lingkungan wilayah Pamulang berkumpul untuk berkompetisi dalam ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N), Pentas Pendidikan Agama Islam (PAI), dan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN).

Ketua Panitia Acara sekaligus Kepala Sekolah Adam Malik SD Islam As-Sakinah Pamulang menjelaskan, Kegiatan ini sudah cukup lama kita siapkan diawali dengan koordinasi dengan K3S, seluruh kepala sekolah sd se-kecamatan pamulang dan menentukan panitia, serta kita adakan techinal meeting kita dengan para pendamping lomba.

“Sampai hari ini terus bertambah untuk mendaftar, ada sekitar 600 peserta yang ikut mendaftar dalam kegiatan ini. Total ada sekitar 72 sekolah jenjang SD mengutus kontingennya masing-masing untuk mengikuti FLS3N, O2SN dan PAI. “ujar adam malik.

Menurutnya, FLS3N, O2SN dan PAI bukan sekedar ajang perlombaan, tetapi juga menjadi ruang ekspresi bagi siswa untuk menunjukan hasil latihan dan kreativitas mereka.

“Saya berharap kedepannya setelah terselenggaranya kegiatan ini muncul bakat-bakat prestasi yang tidak sekedar tunjuk menunjuk. dan acara seperti ini dapat berlanjut setiap tahunnya, dan juga antusiasme peserta didik semakin baik, kedepannya kita akan terus berupaya semua sekolah untuk mengutus kontingennya disetiap cabang mata lomba. “ucapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasie) Peserta Didik dan Pembangunan Karakter pada Bidang Pembinaan SD di Dindikbud Tangsel Satiyan, mengatakan pelaksanaan kegiatan berjalan lancar dan menjadi ajang seleksi berjenjang bagi para siswa untuk menampilkan bakat dan prestasinya.

“Alhamdulillah kegiatan pembukaan hari ini berjalan lancar. Ini luar biasa karena tiga kegiatan seleksi tingkat kecamatan pamulang diselenggarakan dalam satu hari, jadi terlihat sangat meriah. Ada FLS3N, O2SN, dan Pentas PAI,” ujarnya.

Menurutnya, pelaksanaan seleksi dilakukan secara terbuka agar para peserta benar-benar terseleksi berdasarkan kemampuan dan potensi yang dimiliki.

“Kami ingin seleksi ini berjalan objektif, jangan sampai peserta hanya ditunjuk. Anak-anak harus benar-benar menunjukkan potensi, prestasi, bakat, dan minat mereka melalui kegiatan ini,” katanya.

Satiyan menjelaskan, para juara 1, 2, dan 3 dari setiap cabang lomba nantinya akan mewakili kecamatan untuk mengikuti seleksi tingkat kota.

“Walaupun di tingkat provinsi nantinya hanya ada satu perwakilan, tetapi di tingkat kota kami ingin memberi ruang lebih besar kepada anak-anak. Karena itu, juara 1, 2, dan 3 dari setiap mata lomba tetap diikutsertakan ke tingkat kota,” jelasnya.

Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat membangun karakter anak di tengah perkembangan teknologi digital dan penggunaan gadget yang semakin tinggi di kalangan pelajar.

“Harapannya anak-anak tidak hanya bermain handphone. Kalau punya bakat menari, mereka bisa belajar menjadi penari profesional. Yang suka menyanyi atau marawis juga bisa terus mengembangkan kemampuannya,” ucapnya.

Melalui kegiatan lomba tersebut, pihaknya berharap bakat dan minat siswa semakin berkembang sekaligus membentuk karakter yang kuat bagi anak-anak sejak dini.

(Yuyun)