Jakarta | antarwaktu.com – Badan Gizi Nasional menghentikan sementara operasional 1.738 dapur penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG) per 12 Mei 2026. Langkah ini diambil karena unit-unit tersebut belum memenuhi standar gizi, keamanan pangan, dan tata kelola yang ditetapkan.
Kepala Bakom RI, M. Qodari, menegaskan langkah ini demi menjamin keamanan dan kualitas makanan bagi penerima manfaat. Masyarakat dapat melaporkan keluhan lewat layanan SAGI 127; sepanjang tahun ini telah tercatat 3.615 aduan masuk.
Saat ini, program MBG telah menjangkau 62 juta orang di seluruh Indonesia, didukung lebih dari 27.000 dapur. Target akhir tahun 2026 adalah menjangkau 82,9 juta penerima, mencakup siswa PAUD hingga SMA, ibu hamil/menyusui, dan balita. Total porsi yang telah disalurkan telah menembus 8 miliar porsi sejak Januari 2025.
Pemerintah menegaskan tidak ada pemangkasan anggaran. Evaluasi terus dilakukan agar layanan makin aman, berkualitas, dan sesuai prinsip gizi seimbang.
(RYD)






