Kota Depok | antarwaktu.com – Diketahui kompetensi tenaga kesehatan adalah kombinasi dari pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional yang wajib dimiliki untuk memberikan pelayanan kesehatan yang aman dan berkualitas.
Sedangkan program pelatihan terintegrasi adalah pendekatan pengembangan kompetensi yang menggabungkan berbagai metode pembelajaran (mandiri, terstruktur, dan praktik di tempat kerja) menjadi satu kesatuan yang utuh.
Tujuannya adalah memastikan peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikannya langsung secara praktis. Sebagai rumah sakit pendidikan, RSUI terus menghadirkan program pelatihan bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan. “Artinya, program ini sejalan dengan pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, khususnya dalam aspek pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan,” ujar Direktur Utama Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), dr. Ari Kusuma Januarto, Sp.OG., Subsp.Obginsos. Jum’at (22/5/2026).
Menurutnya, bahwa pendidikan dan Pelatihan (DIKLAT) RSUI merupakan pusat pengembangan pendidikan dan pelatihan yang terintegrasi, dengan program yang dirancang untuk menjawab kebutuhan kompetensi di bidang klinis maupun non-klinis. “Pelatihan ini, diselenggarakan melalui metode pembelajaran yang komprehensif, mulai dari pelatihan klasikal, workshop, seminar, hingga metode pembelajaran lainnya yang mendukung peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional peserta,” tutur dr. Ari Kusuma.
Ia juga menyebutkan, bahwa RSUI memiliki agenda pelatihan tahunan yang memudahkan tenaga medis dan tenaga kesehatan dalam merencanakan pengembangan kompetensi sesuai kebutuhan dan bidang masing-masing. “Jadi, dengan berbagai program pelatihan yang tersedia mencakup topik pengembangan kompetensi klinis, patient safety, kegawatdaruratan, manajemen pelayanan kesehatan, hingga pelatihan penunjang lainnya yang relevan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan saat ini,” ucap dr. Ari Kusuma.
Dijelaskannya, bahwa program pelatihan DIKLAT RSUI terbuka bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan secara umum, tidak terbatas hanya bagi pegawai internal RSUI. “Melalui program ini, peserta dari berbagai institusi pelayanan kesehatan dapat mengikuti pelatihan sesuai kebutuhan kompetensi dan bidang profesi masing-masing. Informasi mengenai jadwal dan pelaksanaan kegiatan pelatihan dapat diakses melalui website dan media sosial resmi RSUI,” jelas dr. Ari Kusuma.
dr. Ari Kusuma juga menambahkan, bahwa sebagai lembaga pelatihan terakreditasi A oleh Kementerian Kesehatan RI, DIKLAT RSUI didukung oleh tenaga pengajar profesional dan berpengalaman, dengan program yang diselenggarakan sesuai standar kurikulum Kementerian Kesehatan, terdaftar pada LMS Plataran Sehat Kemenkes, dilengkapi sertifikat resmi, serta terintegrasi dengan platform SATU SEHAT SDMK.
“Melalui berbagai program pelatihan yang tersedia, DIKLAT RSUI mengajak tenaga medis dan tenaga kesehatan untuk terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guna mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien di Indonesia,” pungkasnya.
MAUL









