Garut | antarwaktu.com – Cuaca buruk disertai angin berkecepatan tinggi melanda wilayah Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut, Sabtu (6/6/2026). Dampaknya, sebatang pohon kelapa besar tumbang dan tepat menimpa hunian milik warga di Kampung Sindang Reret, RT 03 RW 03, Desa Samuderajaya. Kejadian ini menyebabkan kerusakan bangunan cukup parah, namun tak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.
Berdasarkan laporan resmi Polsek Caringin, peristiwa berlangsung sekira pukul 14.00 WIB. Hembusan angin yang bertiup kencang dan memutar memaksa batang pohon kelapa tumbuh di pinggir pemukiman tercabut hingga roboh jatuh ke bawah, persis menindih bagian atap rumah berukuran 5 x 7 meter milik Eti Susilawati (57), ibu rumah tangga asli Garut.
Hantaman keras batang pohon memecahkan struktur atap dan penopang bangunan. Kerusakan rinci yang tercatat meliputi 8 lembar asbes ukuran 240 cm, 9 lembar asbes ukuran 180 cm, serta 10 batang kayu balok penopang sepanjang 250 cm yang patah tak layak pakai lagi. Kerugian materiil yang ditanggung korban diperkirakan mencapai nilai Rp 2.500.000.
Saat peristiwa berlangsung, di dalam rumah sedang berada Ibu Eti bersama tiga anaknya: Zahra (10 tahun), Rahma (9 tahun), dan Naira (8 tahun). Berkat kelincahan dan keberuntungan, keempat penghuni rumah sempat menyelamatkan diri keluar sesaat sebelum pohon menabrak atap.
Menanggapi musibah tersebut, anggota piket jaga Polsek Caringin yakni Aipda Uud Sudrajat dan Aipda Chandra Permana segera bergerak turun ke lokasi. Di lapangan, petugas berkoordinasi langsung dengan perangkat desa, Ketua RT, RW, dan warga sekitar untuk melakukan kerja bakti. Bersama-sama, mereka memotong batang pohon, memindahkan dahan berat, serta membersihkan puing-puing bangunan yang berserakan agar tidak membahayakan akses jalan dan rumah tetangga.
Usai penanganan, pihak kepolisian juga memberikan imbauan penting bagi seluruh warga desa. Mengingat kondisi cuaca yang sering berubah ekstrem belakangan ini, warga diminta rajin memeriksa kondisi pepohonan di lingkungan masing-masing, terutama pohon yang sudah tua, tinggi, atau akarnya tidak kuat, untuk dilakukan pemangkasan atau penebangan demi mencegah risiko jatuh saat angin kencang kembali melanda.
Sampai sore hari, pembersihan lokasi sudah tuntas dan situasi dikembalikan aman. Pemerintah desa mencatat kejadian ini sebagai laporan bencana alam dan akan meneruskannya ke instansi terkait guna memproses kemungkinan bantuan perbaikan rumah bagi korban.
(Adeng)












