Musdus Cikujang Sukabumi Rampung: Bahas Usulan RKPDes hingga Sosialisasi PAW Kades, Dana Desa 2026 Dipangkas 64 Persen

Sukabumi | antarwaktu.com – Pemerintah Desa Cikujang, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, sukses menggelar Musyawarah Dusun (Musdus) di Dusun Gunungguruh pada Jumat (2/7/2026).
Forum tahunan yang berlangsung di Madrasah Diniyah Al-Muawanah ini mengusung agenda ganda, mulai dari penjaringan aspirasi pembangunan hingga persiapan krusial terkait Pergantian Antar Waktu (PAW) Kepala Desa.

​Musdus ini dihadiri langsung oleh Camat Gunungguruh Kusyana, Penjabat (PJ) Kepala Desa Cikujang Dulyani, Ketua BPD Ustadz Ece, serta 27 tokoh masyarakat yang mewakili hak pilih warga Dusun Gunungguruh.

Agenda Ganda: RKPDes dan Seleksi Ketat PAW Kades

Selain menyusun Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2027 dan menjaring Data Usulan (DU) RKPDes 2028, forum ini menjadi wadah krusial untuk mensosialisasikan agenda PAW Kepala Desa Cikujang yang akan menjabat hingga tahun 2027.

​Ketua BPD Desa Cikujang, Ustadz Ece mengungkapkan bahwa pelaksanaan pemungutan suara untuk PAW Kepala Desa dijadwalkan bakal digelar pada Minggu, 19 Juli 2026 mendatang.

​Saat ini, kontestasi politik tingkat desa tersebut mulai memasuki babak sengit. Ketua Panitia PAW Kades Cikujang membeberkan, dari total 6 orang yang mendaftar sebagai Bakal Calon (Bacalon), baru 4 orang yang dinyatakan lolos verifikasi administrasi.

​”Sesuai aturan, maksimal hanya boleh ada 3 orang Calon PAW Kades. Karena saat ini ada 4 orang yang memenuhi syarat administrasi, maka mereka akan mengikuti uji kompetensi yang bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Kota Sukabumi untuk mengeliminasi satu orang,” jelas Ketua Panitia PAW.

​Camat Beri Apresiasi, Kadusun Pastikan Kehadiran 100 Persen
​Camat Gunungguruh, Kusyana, memberikan apresiasi tinggi atas kinerja PJ Kepala Desa serta tingginya partisipasi masyarakat dalam Musdus ini.

​“Saya ucapkan terima kasih kepada Pak PJ yang sudah menjalankan tugasnya dengan baik hingga menjelang akhir masa jabatan ini.

Terima kasih juga kepada warga yang hadir. Melalui forum ini, kita bisa menyusun RKPDes 2027 dan DU 2028 yang benar-benar berbasis kebutuhan riil warga, sekaligus mensukseskan agenda PAW Kades secara kondusif,” ujar Kusyana.

​Di lokasi yang sama, Kepala Dusun Gunungguruh, Komarudin, memastikan bahwa jalannya forum berlangsung sangat aspiratif.

Berbagai usulan mulai dari perbaikan jalan lingkungan, rehabilitasi sarana pendidikan, hingga pelatihan UMKM berhasil ditampung.

​”Alhamdulillah, seluruh 27 perwakilan warga yang memiliki hak pilih hadir 100 persen.

Selain mengusulkan pembangunan, kami juga memanfaatkan momen ini untuk sosialisasi PAW agar informasi yang beredar di masyarakat utuh dan tidak simpang siur,” kata Komarudin.

​Dana Desa 2026 Dipangkas 64 Persen untuk Program Pusat

​Di sisi lain, PJ Kepala Desa Cikujang, Dulyani, membeberkan tantangan anggaran yang dihadapi desa pada tahun berjalan. Ia mengungkapkan bahwa Dana Desa (DD) Cikujang tahun 2026 mengalami pemangkasan otomatis sebesar 64 persen, sehingga anggaran yang tersisa hanya sebesar Rp372 juta.

​Pemotongan anggaran ini dialokasikan untuk menyukseskan program prioritas Pemerintah Pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, yakni pembangunan Gedung Koperasi Merah Putih (KDMP).

​”Akibat pemangkasan ini, anggaran untuk pembangunan fisik dari Dana Desa tahun ini praktis tidak ada. Namun, kita tetap optimis Desa Cikujang bisa mendapatkan intervensi pembangunan fisik melalui dana APBD Kabupaten Sukabumi maupun Pemprov Jawa Barat,” ungkap Dulyani.

​Meski diterpa efisiensi anggaran, Dulyani mengajak masyarakat untuk tetap bersyukur atas hadirnya pembangunan Gedung Koperasi Merah Putih di wilayah mereka.

​”Semoga fasilitas (KDMP) ini nantinya dapat membawa keberkahan dan dampak ekonomi yang nyata bagi seluruh anggota koperasi dan warga Desa Cikujang,” pungkasnya.

Tarman S