Ayo Kunjungi Sambil Berwisata, Sakral Nepus Sajen Hajat Laut Nelayan Pantai Rancabuaya Garut 2026

Garut | antarwaktu.com – Nepus sajen adalah istilah dalam bahasa Sunda yang merujuk pada prosesi melarungkan atau menghanyutkan sesajen ke laut.

Tradisi sakral ini menjadi inti dari upacara adat nelayan di pantai Rancabuaya Caringin Garut, Minggu (12/7/2026)

Menurut Sekretaris Panitia Hajat Laut Nelayan Pantai Rancabuaya Garut, Aas saat di wawancara media menjelaskan makna dan tujuan Nepus Sajen adalah sebagai simbol rasa syukur atas rezeki hasil tangkapan, bentuk penghormatan kepada alam (laut), dan sebagai permohonan doa untuk meminta keselamatan saat melaut,” jelasnya.

Ia melanjutkan isi sajen umumnya berupa hasil bumi, makanan tradisional, dan kepala hewan atau sesaji khusus yang dipersiapkan oleh tokoh adat setempat.

“Sesaji tersebut kemudian dilarung (dihanyutkan) ke tengah laut oleh para nelayan,” kata Aas.

Acara pendukung setelah prosesi Sakral Nepus Sajen Hajat laut nelayan Pantai Rancabuaya dibarengi dengan pagelaran seni budaya lokal, tablig Akbar Marawis, seni tradisional reog, pencasilat doa bersama, lomba mancing, lomba karoke, Lais, panjat pinang hingga pertunjukan wayang golek semalam suntuk menampilkan Putra Giri Harja III dengan dalang kondang Dadan Sunandar Sunarya dari Bandung. Kemudian ada kegiatan baksos Sunatan massal dan pembagian sembako.

“Kegiatan hajat laut akan berlangsung selama tiga hari, mulai Minggu hingga puncak acara hari Rabu 14 juli 2026,” ujarnya.

Aas juga mengajak warga masyarakat khususnya se- kecamatan Caringin Umumnya se Kabupaten Garut untuk ikut menghadiri dan meramaikan dalam acara rutin tahunan hajat laut Nelayan Pantai Rancabuaya sambil berwisata menikmati keindahan pantai bahari Rancabuaya.

Acara hajat laut tersebut bakal lebih semarak karena panitia juga menghadirkan artis kondang Ade Astrid dan Ustad Nana Gerhana serta Ustazah Awit Fitriani.(Deng) Editor:Buy