Garut | Antarwaktu.com – Hajat Laut Nelayan Rancabuaya yang digelar di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Rancabuaya Desa Purbayani, Kecamatan Caringin, Kabupaten Garuti, berlangsung sangat meriah pada Minggu (12/7/2026).
Acara di awali dengan karnaval gelar budaya dan iring iringan kereta kencana penguasa laut selatan Nyi Roro Kidul di lanjutkan dengan upacara sakral Nepus Sajen ( Larung Laut).
Kegiatan tahunan tersebut menjadi simbol rasa syukur masyarakat nelayan atas hasil laut yang selama ini menjadi sumber penghidupan sekaligus momentum mempererat kebersamaan warga pesisir.
Ketua Rukun Nelayan Pupun, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang dinilai memiliki nilai sosial, budaya, dan ekonomi bagi masyarakat.
Menurutnya, Syukuran Nelayan merupakan tradisi yang perlu terus dilestarikan karena mampu memperkuat solidaritas antarnelayan serta menjadi sarana mempererat hubungan antara masyarakat dan pemerintah.
Ia berharap tradisi Syukuran Nelayan dapat terus menjadi wadah menjaga kebersamaan, meningkatkan semangat kerja para nelayan, serta mendorong pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan.
Hal senada disampaikan Ketua HNSI kecamatan Caringin Encep suryaman, Ia menilai pelaksanaan Syukuran Nelayan tahun ini berlangsung sukses, meriah berkat dukungan panitia, relawan, donatur, masyarakat, dan berbagai pihak yang terlibat.
Menurut Encep, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dalam mendukung kesejahteraan dan keselamatan nelayan, sekaligus menjaga semangat gotong royong di tengah masyarakat pesisir.
“Kegiatan ini bukan hanya tradisi tahunan, tetapi juga menjadi wadah kebersamaan seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung kemajuan dan kesejahteraan nelayan di wilayah Pantai Rancabuaya,” ujarnya.
Ketua Panitia Tasyakur Nelayan Wahyu, menegaskan bahwa Syukuran Nelayan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rezeki dan hasil laut yang diterima para nelayan.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga memiliki nilai strategis dalam memperkuat spiritualitas masyarakat, mengembangkan kreativitas generasi muda melalui berbagai perlombaan dan pertunjukan seni, serta melestarikan budaya lokal yang tetap sejalan dengan nilai-nilai keagamaan.
“Budaya harus tetap terawat, tetapi akidah juga harus terjaga. Keduanya dapat berjalan beriringan apabila dilaksanakan secara bijaksana,” katanya.
Rangkaian kegiatan Tasyakur Nelayan Rancabuaya tahun ini diisi dengan berbagai kegiatan budaya, keagamaan, dan hiburan rakyat yang melibatkan masyarakat secara luas.
Serangkaian kegiatan tersebut antara lain, gelar budaya, aneka lomba, tablig Akbar sunatan massal, pemberian sembako, aneka hiburan hingga pertunjukan wayang golek semalam suntuk. Hajat laut Nelayan Pantai Rancabuaya akan berlangsung selama tiga hari dari Minggu hingga Selasa 14 Juli 2026.
Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPR-RI dari Fraksi PAN H.Hoerudin, Kadis Parbud Kab Garut, Camat Caringin Ujang Kuswara STr MSi, para Kapolsek dari wilayah Garut Selatan, para Kepala Desa serta unsur lainnya.(Asbuy)










