Sukabumi | antarwaktu.com – Pelayanan publik di tingkat desa kembali disorot. Kantor Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi kedapatan tutup total saat jam kerja berlangsung pada Jumat (10/7/2026).
Pantauan Tim Media di lokasi kantor yang berada di Kampung Cirendeu sekira pukul 13.58 WIB, mendapati pintu kantor dalam kondisi terkunci rapat dan tidak ada aktivitas pelayanan masyarakat sama sekali.
Berdasarkan informasi dari Agus, salah seorang warga setempat, Kepala Desa beserta seluruh jajaran staf tidak berada di tempat. Mereka dilaporkan sedang menghadiri acara Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Muharam di Kantor Kecamatan Nyalindung.
Proyek Drainase Dana Desa 2026 Diduga Bermasalah
Kunjungan Tim Media ke wilayah tersebut awalnya untuk mengonfirmasi realisasi pembangunan drainase yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahun anggaran 2026.
Di area yang sama juga tengah berlangsung pembangunan ruas jalan provinsi oleh Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang UPTD Pelayanan Jalan dan Jembatan Wilayah II Sukabumi.
Namun di balik proyek drainase Cirendeu, Tim Media menemukan sejumlah kejanggalan. Seorang warga yang akrab disapa Abah mengungkapkan adanya keluhan dari pekerja terkait upah.
“Pekerjaan ini sudah berlangsung dua minggu lebih, padahal di papan informasi kegiatan tertera waktu pengerjaan hanya 7 hari kalender,” ujar Abah.
Tak hanya molor dari target, hasil pantauan di lokasi juga mengindikasikan dugaan ketidaksesuaian spesifikasi. Tim menemukan pemasangan batu drainase yang diduga tidak dilakukan penggalian terlebih dahulu. Praktik ini memicu kekhawatiran warga bahwa kualitas bangunan tidak akan bertahan lama dan rawan cepat rusak.
Tanggapan Kecamatan: Pelayanan Harus Tetap Ada
Untuk keberimbangan berita, Tim Media mendatangi Kantor Kecamatan Nyalindung. Benar, di sana sedang berlangsung acara PHBI Muharam.
Tim kemudian menemui Kasi Binwas Kecamatan Nyalindung, Agung, untuk meminta tanggapan terkait kosongnya kantor desa dan dugaan proyek drainase yang menyalahi spesifikasi serta waktu perencanaan.
Sekretaris Kecamatan (Sekmat) Nyalindung, Endi, menerima kedatangan Tim Media dan mengapresiasi fungsi kontrol sosial pers.
Terkait agenda tersebut, Endi membenarkan PHBI Muharam adalah kegiatan rutin tahunan. Namun ia menyayangkan adanya kekosongan total di Kantor Desa Mekarsari pada jam pelayanan.
“Kami selaku pembina wilayah Nyalindung selalu mengingatkan bahwa pelayanan masyarakat itu harus selalu ada, walaupun ada kegiatan yang harus diikuti Kades dan jajarannya. Minimal harus ada satu orang staf yang standby di kantor desa,” tegas Endi saat diwawancarai, Jumat (10/7).
Endi juga menambahkan, Kecamatan Nyalindung memiliki program inovasi pelayanan prima bernama SIPEULEUM (Sistem Pelayanan Sampai Malem) untuk membantu masyarakat mengurus dokumen di luar jam kerja.
“Sangat disayangkan jika semangat program ini justru tidak selaras dengan kedisiplinan aparatur di tingkat desa,” katanya.
Hingga berita ini ditayangkan, Tim Media masih berupaya menghubungi Kepala Desa Mekarsari guna mendapatkan klarifikasi resmi terkait penutupan kantor di jam kerja serta dugaan permasalahan pada proyek infrastruktur desa tersebut. (Tim*)
Pewarta: Tarman Sutarman
#AspirasiWarga #PelayananPublik #DanaDesa #Nyalindung #DesaMekarsari #Sukabumi #InfoJabar






