Kota Depok | antarwaktu.com – Seperti diketahui inagurasi sekolah adalah acara resmi untuk pengukuhan, pelantikan, atau penyambutan siswa baru yang menandai awal kegiatan belajar. Acara ini sering diisi dengan peresmian status siswa dan pentas seni kebersamaan.
Sedangkan malam inagurasi sekolah adalah acara perayaan atau pentas seni resmi pada malam hari yang menandai penyambutan siswa baru, pengukuhan pengurus baru, atau penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Kegiatan ini bertujuan mempererat keakraban, menampilkan kreativitas siswa, dan meresmikan keanggotaan mereka dalam lingkungan sekolah.
Hal tersebut yang dilakukan Sekolah Cakrabuana dan Bintara, menggelar inagurasi Tahun Ajaran 2026/2027, berlangsung, Jum’at (31/7/2026) malam.
Sementara Owner Sekolah Bintara dan Cakra Buana, Siti Nurul menyampaikan bahwa Sekolah Bintara dan Cakra Buana mengusung Kurikulum Nasional Plus. Plus”-nya adalah keyakinan bahwa setiap anak adalah cerdas, setiap anak adalah istimewa di bidangnya masing-masing sesuai dengan ciptaan Allah SWT.
“Jadi, rata-rata generasi muda kita tidak punya panggung untuk berekspresi. Di awal tahun ajaran baru ini melalui MPLS, kami memberikan panggung bagi semua siswa Bintara maupun Cakrabuana. Mereka harus mampu berkolaborasi,” ujar Eyang sapaan akrabnya.
Dia menyebutkan, bahwa pihak manajemen dan guru juga diminta untuk melihat potensi setiap anak dan memberikan ruang agar siswa bisa menunjukkan kebolehannya. Karena, budaya senioritas yang menekan junior tidak boleh terjadi di lingkungan Bintara dan Cakrabuana. “Kalau engkau senior, maka bukalah tanganmu. Welcome kepada adik-adik. Senior harus menunjukkan bagaimana budaya sekolah ini dipahami oleh adik-adik yang baru datang,” ucap Eyang.
Menurutnya, bahwa di momen ini juga menjadi ajang peluncuran “Siti Nurul Olympic”, yang pada tahun ini memasuki tahun ketiga pelaksanaan. Ini merupakan ajang lomba berbagai cabang olahraga, seni, dan kemampuan lain, yang digelar bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun Eyang pada 1 September. “Jadi, melalui Siti Nurul Olympic, ini anak-anak belajar bahwa tidak semua orang selalu bisa menang. Mereka juga harus tahu bagaimana memanage kekalahan,” jelasnya.
Dia juga memberikan pesan motivasi ke seluruh siswa bahwa hidup tidak mungkin sendiri, harus berkolaborasi dan jangan takut untuk bermimpi. “Bermimpilah dan raihlah mimpimu semampu kalian. Kami selalu mendoakan, suatu saat nanti Presiden Republik Indonesia adalah salah satu di antara murid Bintara atau Cakra Buana. Amin,” imbuh Eyang.
Hal yang sama ditambahkan Ketua Yayasan Sekolah Bintara dan Cakra Buana, Safira Lestari, bahwa tema yang diangkat pada kegiatan ini adalah Together We Rise.
Tema ini menggambarkan pentingnya kebersamaan dan menjalin kerjasama dengan semua pihak, membangun kolaborasi, hingga mengembangkan kreativitas sejak usia dini. “Dengan kebersamaan, Sekolah Cakra Buana dan Bintara ingin ikut menjadi bagian dari mewujudkan generasi emas Indonesia di tahun 2045 yang cerdas dan berkarakter, sesuai dengan tagline kami bahwa setiap anak adalah cerdas, setiap anak istimewa,” pungkas Safira Lestari.
Sementara itu Wahid Suryono, selaku Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Depok menyampaikan, bahwa pihaknya sangat mengapresiasi dengan penyelenggaraan inaugurasi Tahun Ajaran 2026/2027 ini. Karena, dinilai kegiatan tersebut menjadi ruang bagi peserta didik untuk menampilkan kreativitas, bakat, dan potensi yang dimiliki sejak usia dini.
Inaugurasi bukan sekadar seremoni penyambutan tahun ajaran baru, tetapi menjadi panggung bagi siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Playgroup, TK, SD, SMP hingga SMA, untuk menunjukkan hasil pembelajaran dan pengembangan diri. “Artinya, inagurasi ini merupakan kegiatan tahunan yang menampilkan kreasi anak-anak kita mulai dari Playgroup, TK, SD, SMP hingga SMA. Ini juga menunjukkan bahwa sekolah kita ini lengkap. Bukan hanya akademis, tetapi juga memberikan ruang dan dukungan kepada potensi yang dimiliki anak-anak,” ujar Wahid.
Ia juga berharap kegiatan inaugurasi dapat terus dipertahankan sebagai agenda tahunan karena tidak hanya menjadi ajang apresiasi atas karya dan prestasi siswa, tetapi juga mempererat kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang positif. “Jadi, dengan sinergi seluruh pihak menjadi salah satu kunci untuk melahirkan generasi muda yang kreatif, berprestasi, dan berkarakter. Dengan semangat kolaborasi yang diusung Sekolah Cakrabuana dan Sekolah Bintara terus dijaga sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Depok,” imbuh Wahid.
Ditempat yang sama Kepada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Depok, Dudi Mi’raz Imaduddin menjelaskan, bahwa pihaknya berencana menggandeng Densus 88 Antiteror Polri untuk memberikan edukasi kepada pelajar sebagai langkah pencegahan penyebaran paham radikalisme dan terorisme serta kriminalitas. “Program tersebut direncanakan menyasar siswa di Sekolah Cakrabuana dan Sekolah Bintara sebagai bagian dari upaya memperkuat wawasan kebangsaan sejak dini,” ujar Dudi Mi’raz.
Dijelaskannya, bahwa di dalam program tersebut personel Densus 88 akan hadir sebagai narasumber untuk memberikan pemahaman mengenai bahaya radikalisme, terorisme, serta berbagai paham ekstrem yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan kebhinekaan. Namun, hingga saat ini belum ditemukan penyebaran paham ISIS maupun jaringan terorisme di kalangan pelajar, khususnya di Kota Depok. “Kendati demikian, langkah pencegahan harus dilakukan sejak dini agar siswa memiliki daya tangkal terhadap berbagai bentuk penyimpangan ideologi, dan di Depok belum ada, tetapi Insya Allah kita antisipasi melalui sosialisasi dari teman-teman Densus 88 agar hal tersebut tidak terjadi,” jelas Dudi Mi’raz.
Diketahui berlangsungnya acara tersebut menampilkan berbagai kreativitas siswa ini tidak hanya menjadi momen penyambutan bagi siswa baru, tetapi juga seluruh siswa untuk memulai tahun ajaran baru dengan semangat baru.
MAUL/RED








