Tangsel | antarwaktu.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang Selatan melalui Bidang Intelijen kembali menggelar program Penyuluhan Hukum Jaksa Masuk Sekolah (JMS) Tahun 2026.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di UPTD SMPN 1 Kota Tangerang Selatan, Jl.Raya Serpong, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, Kamis (06/08/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari jajaran intelijen Kejari Tangsel, yakni Kepala Seksi (Kasi) Intelijen beserta jajaran. Materi yang disampaikan berfokus pada kenakalan remaja, meliputi bullying, penyalahgunaan narkotika, pornografi hingga kekerasan seksual.
Kepala Subseksi II Kejari Tangsel, Abiyu Ilham Hafid, S.H mengatakan, program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran hukum di kalangan pelajar sejak dini.
“Pendekatan edukatif melalui penyuluhan program Jaksa Masuk Sekolah (JMS), Kami ingin menanamkan pemahaman hukum kepada para pelajar agar mereka mampu membedakan mana yang benar dan salah, serta menjauhi perilaku yang berpotensi melanggar hukum, “ujar Abiyu.
Ia menuturkan program tersebut untuk memperkuat upaya preventif dan humanis dengan sasaran kalangan pelajar dan tenaga pendidik di lingkungan sekolah tempat diselenggarakannya kegiatan tersebut.
“Melalui program Jaksa Masuk Sekolah (JMS), kami berharap anak-anak lebih sadar akan hukum, akan bahayanya perbuatan-perbuatan kenakalan remaja yang mereka lakukan seperti bullying, tawuran, narkotika dan kekerasan seksual. Beberapa perbuatan tersebut diatur secara tegas oleh Undang-undang dengan pidana yang berat.
Kegiatan program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) ini mendapat respons positif dari pihak sekolah, Pelaksana Tugas (Plt) UPTD SMPN 1 Kota Tangerang Selatan Yantho, mengapresiasi kehadiran tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Tangsel yang dinilai memberikan edukasi penting bagi siswa.
“Kami sangat berterima kasih atas pelaksanaan program ini. Edukasi hukum seperti ini sangat penting untuk membekali anak-anak agar mampu menghindari pergaulan negatif dan bahaya narkoba. “ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan berlangsung interaktif. Setelah pemaparan materi, narasumber memberikan sesi tanya jawab kepada para siswa.
(Yuyun)








