Garut | antarwaktu.com – Komitmen mewujudkan Kabupaten Garut Layak Anak kembali ditegaskan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKB-PPPA) Kabupaten Garut saat menggelar Deklarasi Sekolah Ramah Anak atau SRA di SMPN 1 Bayongbong pada Kamis, 6 Agustus 2026 pekan lalu.
Kegiatan ini dihadiri jajaran pemerintah daerah, kepala sekolah, guru, orang tua, hingga perwakilan peserta didik.
Deklarasi menjadi penanda dimulainya implementasi prinsip SRA secara nyata di lingkungan sekolah.
Kepala DPPKBPPPA Kabupaten Garut menegaskan, SRA bukan sekadar acara seremonial tetapi Program ini merupakan langkah konkret untuk memastikan pemenuhan hak-hak anak di satuan pendidikan.
“Sekolah Ramah Anak adalah komitmen bersama pemerintah, sekolah, orang tua, dan anak untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, serta bebas dari kekerasan, perundungan, dan diskriminasi,” ujarnya di sela kegiatan.
Dalam deklarasi tersebut, seluruh warga sekolah diajak berperan aktif membangun budaya saling menghormati. Sekolah juga didorong membuka ruang partisipasi bagi anak dalam setiap pengambilan keputusan yang menyangkut dirinya.
SMPN 1 Bayongbong dipilih sebagai salah satu sekolah percontohan karena dinilai memiliki kesiapan dalam menerapkan 9 indikator SRA. Mulai dari kebijakan sekolah, tenaga pendidik yang ramah anak, sarana prasarana aman, hingga keterlibatan orang tua dan masyarakat.
DPPKB-PPPA menargetkan implementasi SRA diperluas ke seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Garut secara bertahap.
Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam menciptakan ekosistem perlindungan anak.
“Melalui deklarasi ini kami berharap tumbuh suasana belajar yang mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal. Tujuannya satu: menghadirkan Generasi Garut yang cerdas, berkarakter, dan terlindungi,” ungkapnya.
Pencanangan SRA di SMPN 1 Bayongbong ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama oleh kepala sekolah, perwakilan guru, orang tua, dan siswa.
Spanduk deklarasi juga dibentangkan sebagai simbol dimulainya budaya sekolah baru yang berpihak pada kepentingan terbaik bagi anak.(Chrystian) Editor:Buy












