Tangsel | antarwaktu.com – Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda dilaporkan menjangkau hingga enam provinsi di Pulau Jawa dan Sumatra. Sejumlah masyarakat juga melaporkan mengalami sesak napas dan rasa perih pada mata akibat paparan abu vulkanik.
Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan memastikan kegiatan belajar mengajar di sekolah masih berlangsung secara tatap muka atau PTM.
Kabid SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangsel, Eka Andreas, mengatakan hingga saat ini Pembelajaran Jarak Jauh atau PJJ belum diberlakukan.
“Untuk saat ini kegiatan pembelajaran tetap tatap muka. PJJ belum diberlakukan,” kata Eka Andreas melalui pesan WhatsApp, Minggu (06/09/2026)
Meski begitu, siswa, guru, dan tenaga kependidikan diimbau menggunakan masker, terutama masker N95 atau masker medis, mulai dari perjalanan menuju sekolah, selama berada di lingkungan sekolah, hingga pulang ke rumah.
Sekolah juga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan, seperti olahraga dan upacara, guna meminimalkan paparan debu atau abu vulkanik.
Selain itu, setiap satuan pendidikan diharapkan memastikan ketersediaan tempat cuci tangan, air bersih, serta obat-obatan dan tetes mata di ruang UKS.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangsel terus berkoordinasi dengan BMKG, BPBD, dan Dinas Kesehatan Kota Tangsel untuk memantau perkembangan kondisi.
Apabila terjadi perubahan kondisi yang signifikan, kebijakan pembelajaran, termasuk kemungkinan penerapan PJJ, akan segera disesuaikan dan diinformasikan melalui saluran resmi.
Sekolah dan orang tua pun diimbau tetap waspada serta mengikuti perkembangan informasi resmi terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik.
(Yuyun)











