Tangsel | antarwaktu.com – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus memperkuat upaya pencegahan anemia pada remaja putri setelah hasil Cek Kesehatan Gratis (CKG) terhadap sekitar 292 ribu pelajar menunjukkan sekitar 13 persen di antaranya mengalami anemia.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie dalam kegiatan Kampanye dan Penggerakan Masyarakat Hidup Sehat di SMPN 13 Tangerang Selatan, Kamis (17/9/2026).
Benyamin mengatakan, hasil CKG pada pelajar menemukan empat kondisi kesehatan yang perlu menjadi perhatian. Menurutnya, kondisi tersebut bukan penyakit, melainkan risiko kesehatan yang dapat memengaruhi aktivitas dan proses belajar anak.
“Jadi dari hasil cek kesehatan gratis kita temukan fakta bahwa anak-anak seusia mereka ini ada empat kondisi, bukan penyakit ya, risiko,” ujar Benyamin.
Risiko pertama adalah anemia yang lebih banyak ditemukan pada pelajar perempuan. Selain itu, CKG juga menemukan masalah kesehatan gigi, seperti gigi berlubang, kecemasan atau stres ringan, serta penurunan ketajaman penglihatan.
“Risiko yang pertama adalah anemia. Mereka kekurangan darah. Jadi anak-anak wanita kemarin dikumpulkan dan ternyata mereka paling banyak mengalami kekurangan darah,” ujarnya.
Benyamin menjelaskan, kecemasan ringan pada pelajar dapat berkaitan dengan berbagai persoalan sehari-hari, seperti kekhawatiran tugas sekolah tidak selesai, takut tidak naik kelas, atau dimarahi orang tua.
Sementara itu, penurunan ketajaman penglihatan salah satunya dapat berkaitan dengan kebiasaan menggunakan telepon seluler dalam jarak dekat. Kondisi tersebut dapat membuat pelajar kesulitan melihat tulisan di papan kelas dan berpotensi mengganggu proses belajar.
Sebagai tindak lanjut hasil CKG, Pemkot Tangsel menggelar gerakan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) secara serentak, terutama bagi remaja putri. Gerakan ini menjadi bagian dari upaya mencegah anemia sejak usia sekolah.
“Kami harapkan mereka bisa melakukan secara mandiri ya, minum tablet tambah darah ini,” kata Benyamin.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan dr. Allin Hendalin Mahdaniar mengatakan, pencegahan anemia pada remaja putri penting dilakukan sebagai bagian dari persiapan kesehatan sebelum memasuki usia pernikahan dan kehamilan.
Menurutnya, anemia pada ibu hamil merupakan salah satu faktor yang berkaitan dengan risiko stunting. Karena itu, upaya pencegahan perlu dilakukan sejak masa remaja.
“Sebenarnya ini upaya kita dari dulu ya, bagaimana remaja ini tidak mengalami anemia. Sehingga, nanti dia bisa melahirkan juga generasi-generasi yang sehat gitu,” jelas Allin.
Untuk memastikan pemberian TTD berjalan berkelanjutan, sekolah mulai mengintegrasikan konsumsi TTD sebagai kegiatan rutin. Salah satunya SMPN 13 Tangsel yang berkomitmen menggelar Aksi Bergizi setiap Jumat.
Dalam kegiatan tersebut, para pelajar akan makan makanan bergizi bersama sekaligus mengonsumsi TTD dengan pendampingan dari pihak sekolah.
Program tersebut selanjutnya akan diperluas ke jenjang pendidikan lainnya. Setelah pelaksanaan di tingkat SMP, kegiatan serupa dijadwalkan menyasar pelajar SMA sebagai bagian dari upaya memperluas pencegahan anemia di kalangan remaja di Kota Tangerang Selatan.
(Yuyun)






