Bogor | antarwaktu.com – Bahasa asingnya skydiving atau terjun payung yakni olahraga ekstrem, di mana seseorang melompat dari pesawat terbang di ketinggian tertentu, lalu mengalami fase jatuh bebas sebelum akhirnya membuka parasut agar bisa mendarat dengan aman di darat.
Seperti halnya tersebut dengan International Open Indoor Skydiving Championships Kapolri Cup II 2026 menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan atlet sekaligus mendorong olahraga skydiving Indonesia semakin berprestasi, di tingkat dunia. “Kapolri Cup II diharapkan menjadi akselerator pembinaan atlet, pemecahan rekor-rekor baru, serta penguat daya saing dirgantara Indonesia di kancah global. Hal tersebut disampaikan Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M, saat membuka International Open Indoor Skydiving Championships Kapolri Cup II 2026, pada Kamis (17/9/2026), di Gedung Soemardhi Wind Tunnel Korps Brimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Dijelaskannya, dengan perkembangan indoor skydiving Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan capaian yang membanggakan. Pada rangkaian FAI Indoor Skydiving 2024 di Macau, atlet Brimob Polri yang memperkuat tim Indonesia berhasil meraih medali perak dan perunggu pada Kejuaraan Asia, serta menempati peringkat kelima pada FAI World Cup. “Capaian ini menunjukkan kontribusi nyata atlet-atlet Polri dalam prestasi indoor skydiving Indonesia di tingkat Asia maupun dunia,” jelas Wakapolri.
Semangat tersebut kemudian berlanjut pada Kapolri Cup I 2024 yang digelar di fasilitas yang sama. Tim Korps Brimob dan tim Polwan Pasukan Gegana berhasil meraih prestasi pada kelas internasional.
Menurutnya, bahwa peningkatan jumlah peserta dan keterlibatan atlet serta juri dari berbagai negara menjadi bagian penting dalam membangun pengalaman dan kualitas kompetisi. Karena itu, ia meminta seluruh atlet memanfaatkan kejuaraan tersebut untuk menunjukkan kemampuan terbaik dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas dan rasa saling menghormati. “Jadikan kejuaraan ini sebagai momentum untuk menunjukkan prestasi terbaik, memperluas persahabatan, dan membangun semangat kebersamaan antar-atlet dari berbagai negara,” tutur Wakapolri.
Ia juga meminta panitia penyelenggara dan personel pengamanan memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung profesional, aman, tertib, dan lancar. “Berikan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta dan tamu, sehingga kejuaraan ini mampu meninggalkan kesan positif serta mencerminkan kapasitas Indonesia, dan dalam hal ini Polri, sebagai tuan rumah event olahraga internasional,” tukas Wakapolri.
Ia menambahkan, keberhasilan kejuaraan tidak hanya diukur dari kelancaran pertandingan, tetapi juga dari keberlanjutan pembinaan dan kerja sama yang terbangun. “Keberhasilan penyelenggaraan tidak hanya diukur dari kelancaran pertandingan, tetapi juga dari kemampuan kita menjadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk memperkuat pembinaan, memperluas jejaring, dan meningkatkan kualitas olahraga dirgantara Indonesia ke depan.” pungkas Wakapolri.
Sementara itu, Ketua Komite Terjun Payung Indonesia Irvan Zuladry, S.H., M.M., mengapresiasi dukungan Polri terhadap penyelenggaraan kejuaraan tersebut. Dengan perkembangan olahraga terjun payung, termasuk indoor skydiving, membutuhkan ruang kompetisi yang semakin luas agar minat, pembinaan, dan prestasi atlet dapat terus berkembang. “Perkembangan olahraga terjun payung, termasuk nomor indoor skydiving, menunjukkan bahwa minat masyarakat dan kompetisinya perlu terus mendapatkan ruang untuk berkembang. Karena itu, upaya pembinaan atlet sekaligus peningkatan kualitas pertandingan harus dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan,” ujar Irvan.
Irvan mengungkakan, bahwa pihaknya terus membangun kerja sama dengan organisasi peminat terjun payung di berbagai negara kawasan Asia, dengan dukungan organisasi terjun payung internasional. Upaya tersebut diarahkan untuk mendorong terselenggaranya kejuaraan single event indoor skydiving di kawasan Asia secara rutin dan berkesinambungan. “Kompetisi yang berlangsung secara berkesinambungan diharapkan dapat semakin mendorong perhatian masing-masing negara terhadap pembinaan dan pengembangan atlet,” ungkapnya.
Ia berharap Kapolri Cup II dapat menjadi momentum untuk mendorong target pengembangan olahraga tersebut sekaligus memperluas jejaring kompetisi di kawasan Asia. “Kami berharap Kejuaraan International Open Indoor Skydiving Kapolri dapat menjadi momentum mengangkat dan mendorong tercapainya target-target pengembangan olahraga,” tukas Irvan.
Atas nama pengurus olahraga Federasi Terjun Payung Indonesia, Irvan juga menyampaikan terima kasih kepada pimpinan Polri atas dukungan terhadap terselenggaranya kejuaraan internasional tersebut. Kepada seluruh atlet, panitia, dan wasit, ia berpesan agar pertandingan berlangsung dengan tetap mengutamakan keselamatan. “Selamat bertanding kepada para atlet, kepada panitia dan para wasit selamat bertugas. Agar kita semua selalu dan senantiasa mengutamakan faktor keselamatan. Safety, safety, and safety,” ucapnya.
Rangkaian kompetisi di Wind Tunnel Korps Brimob Polri selanjutnya dilanjutkan dengan 2nd FAI Asian Indoor Skydiving Championships 2026.
Wind Tunnel Korps Brimob Polri di Cikeas menjadi fasilitas penting dalam pengembangan indoor skydiving nasional. Fasilitas yang diresmikan pada Maret 2023 tersebut memiliki diameter 4,8 meter, kapasitas hingga 10 penerjun, serta dapat dioperasikan selama 24 jam.
Melalui penyelenggaraan kompetisi internasional tersebut, Cikeas tidak hanya menjadi tempat para atlet mengejar podium. Lebih dari itu, Wind Tunnel Korps Brimob menjadi ruang bertemunya atlet dan komunitas dari berbagai negara, tempat pengalaman dipertukarkan, jejaring diperluas, dan pembinaan skydiving Indonesia terus didorong menuju panggung dunia.
Sebagai informasi, kejuaraan yang berlangsung pada 17–20 September 2026 tersebut diikuti 382 peserta yang tergabung dalam 156 tim. Sebanyak 89 atlet dan official mancanegara dari 9 negara turut berpartisipasi, yakni China, Jepang, Jerman, Korea Selatan, Malaysia, Polandia, Rusia, Singapura, dan Thailand.
Atmosfer kompetisi semakin terasa dengan keterlibatan 20 juri internasional dari 12 negara, yaitu Australia, Belanda, Finlandia, Inggris, Jerman, Kroasia, Lithuania, Prancis, Republik Ceko, Selandia Baru, Spanyol, dan Swedia. Dengan memperhitungkan negara asal atlet, official, dan juri, 20 negara terlibat dalam keseluruhan penyelenggaraan kejuaraan.
MAUL/RED








