Garut | antarwaktu.com – DPC PKB Kabupaten Garut menargetkan 12 kursi DPRD dan kursi Bupati atau Wakil Bupati pada Pemilu 2029.
Target itu ditegaskan Ketua DPC PKB Garut, Fahmi, usai pelantikan pengurus baru pekan ini.
Anggota DPR -RI Komisi I Fraksi PKB, Oleh Soleh, yang hadir dalam pelantikan memvalidasi komposisi pengurus tersebut dinilai sudah representatif dari kalangan pesantren, Gen Z, hingga senior-junior.
“2029 adalah milik PKB,” kata Oleh.
Oleh menyebut tiga pekerjaan rumah yang harus dikawal PKB di Garut diantaranya infrastruktur jalan di selatan, rumah tidak layak huni, dan rumah yang belum tersambung listrik.
Untuk urusan listrik, ia mengklaim telah menelepon Panglima TNI secara personal agar segera disambung.
“Kabarnya hari ini sudah didata dan sebagian sudah dikerjakan,” ujarnya.
Meski Komisi I yang ia duduki bermitra dengan Kemenhan, Kemenlu, dan Komdigi, bukan urusan kelistrikan.
Pidatonya kemudian berbelok ke isu ketahanan keluarga. Oleh menilai pembangunan ekonomi dan infrastruktur tidak akan berarti tanpa keluarga yang utuh.
“Saya melihat Garut ini jandanya luar biasa. Istimewa, juaranya,” kata Ketua DPW BKPRMI Jabar itu.
Ia menawarkan program pembinaan keluarga sakinah melalui LPPE Sakinah dan berpesan kepada pengurus baru untuk mengamalkan tagline Peduli Ummat, Melayani Rakyat dengan prinsip lihat, dengarkan, dan catat persoalan warga dalam radius 40 rumah.
Sementara Ketua DPC PKB Garut Fahmi menjelaskan, konsolidasi struktural sudah berjalan 50 persen dan ditargetkan tuntas di 442 desa hingga akhir 2026 sebagai ikhtiar lahir memenangkan PKB.
Untuk mengejar 12 kursi, PKB juga telah menutup rekrutmen pencalegan dini sejak Januari 2026 yang dibuka untuk kader internal, eksternal, milenial, perempuan, hingga ulama. “Tinggal 27 bulan lagi, kita sudah start,” katanya.
Adapun program prioritas yang diusung adalah bedah rumah, pengawalan beasiswa pelajar dan mahasiswa, serta 10-11 unit mobil siaga untuk layanan kesehatan gratis antar-jemput pasien. Soal persaingan memperebutkan basis pesantren dengan PPP dan partai Islam lain, Fahmi mengaku tidak khawatir.
“Kita bersaing sehat. PKB dilahirkan 1998 oleh para ulama dan kiai, itu modal besar,” ujarnya.
Usai pelantikan, pengurus baru langsung menggelar Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) untuk menerjemahkan arahan DPP menjadi strategi operasional. Panitia menegaskan tidak ada istilah ongkang-ongkang kaki bagi pengurus baru.
“27 bulan ke depan kita harus jalan kaki bersilaturahmi dan berkhidmat kepada umat,” kata panitia. (Chrystian) Editor:Buy












