Pemkab Bandung Siagakan Anggaran (BTT) Rp10 miliar Untuk Kebutuhan Penanganan Darurat

Bandung | antarwaktu.com – Memasuki musim penghujan, Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menegaskan pentingnya memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan bencana, khususnya dalam mengantisipasi banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem di Kabupaten Bandung.

Menurutnya, penanganan bencana tidak cukup hanya mengandalkan kecepatan respons, tetapi harus disertai upaya pencegahan sejak dini, kesiapan personel dan peralatan, serta koordinasi lintas sektor.

Hal tersebut disampaikan Bupati saat memimpin Apel Siaga Kesiapsiagaan Penanganan Bencana Alam di Wilayah Hukum Polresta Bandung Tahun 2026 di Mapolresta Bandung, Soreang, Senin (2/11/2026).

Salah satu upaya yang mendapat perhatian Bupati adalah program pentahelix yang telah dilaksanakan di 14 kecamatan.

Upaya kolaboratif ini dinilai memberikan dampak positif dalam mengurangi risiko banjir, di antaranya di wilayah Dayeuhkolot dan Rancaekek.

“Kecepatan respons memang penting, tetapi pencegahan dan kesiapsiagaan juga sama pentingnya. Semakin baik kesiapan kita, semakin besar peluang untuk menekan risiko serta meminimalkan korban dan kerugian akibat bencana,” tegasnya.

Sebagai langkah lanjutan, Bupati Dadang mendorong koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) terkait penanganan sedimentasi dan percepatan pembangunan danau di sejumlah titik yang telah diusulkan.

Ia juga meminta BPBD menghitung kebutuhan pompa portabel untuk mempercepat penanganan genangan.

Sementara itu, Pemkab Bandung masih menyiagakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sekitar Rp10 miliar untuk kebutuhan penanganan darurat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolresta Bandung Kombes Pol Tri Suhartanto, Dandim 0624 Kabupaten Bandung Letkol Inf Samto Betah, serta jajaran Forkopimda dan unsur terkait, di antaranya BPBD, PMI, TNI-Polri, perangkat daerah, pemerintah kecamatan, dan para relawan.(Asbuy)