Gelar Karya Kokorikuler Siswa UPTD SMPN 8 Tangsel Tampilkan Budaya Lokal

Tangsel | antarwaktu.com – UPTD SMPN 8 Kota Tangerang Selatan menggelar Kokorikuler Pentas Karya Seni Siswa. Dengan menggusung tema “Ekspresikan diri dengan kesadaran lingkungan dan jiwa entrepreneur.”.

Acara berlangsung meriah dan sukses di halaman sekolah Jl. Raya Serpong, Kelurahan Muncul, Kecamatan Setu Kota Tangerang Selatan, Jum’at (28/11/2025).

Dalam pameran tersebut, para siswa bukan sekedar menampilkan karya seni dalam Gelar Karya Kokorikuler, tetapi mereka sekaligus mewujudkan bentuk nyata dari penerapan Merdeka Belajar yang dicanangkan oleh Pemerintah.

Kepala UPTD SMPN 8 Tangsel Muslih mengatakan, Hari ini adalah kegiatan Kokorikuler merupakan rangkaian kegiatan yang kita laksanakan selama satu minggu dimulai dari tanggal 24-29 November 2025.

“Kegiatan ini diikuti oleh seluruh peserta didik kelas 7,8 dan kelas 9 dengan tema nya masing-masing. Kelas 7 untuk menampilkan kreasi seni, kelas 8 menampilkan terkait mata pelajaran dan kelas 9 menampilkan hasil wirausaha. “Ujar Muslih.

Muslih menjelaskan, kegiatan kokorikuler ini di kurikulum kami, kita adakan satu tahun, empat kali kegiatan, tetapi yang kita expokan maksimal dua kali.

“Dengan wadah kokorikuler anak harus bisa memanfaatkan semaksimal mungkin, agar kedepan memiliki bekal yang cukup untuk mengarungi masa depan, mereka harus tetap hidup, mereka harus tetap surfife, ketika orang tuanya sudah tiada, jangan sampai kita tidak memiliki kecakapan hidup, sehingga untuk hidup kita bergantung kepada orang lain ataupun orang tua. “Ujar Muslih.

Sementara itu, Kepala Bidang SMP Dedi menyampaikan apresiasinya kepada UPTD SMPN 8 Tangsel atas terselenggaranya kegiatan kokorikuler disekolah tersebut.

“Ini kegiatan kokorikuler yang memang kegiatan proses pembelajaran diluar kelas, yang menginternalkan nilai-nilai pelajaran yang tidak didapat siswa didalam kelas. Dengan pentas karya ini bukti bahwa guru-guru di SMP 8 berhasil menggali potensi bakat, dan minat anak-anak secara optimal. “Ujar Dedi.

Dedi menilai, bahwa kegiatan seperti itu bisa mengurangi angka kekerasan disekolah, dengan kegiatan yang positif gelar karya, dan pentas seni anak-anak bisa terlihat bakat seninya.

“Kedepannya di SMP 8 tetap dijaga kekompakan, tetap fokus mendampingi anak-anak untuk lebih inovatif, kreatif, dan adaptif dan mendampingi anak-anak bekerja sama dengan orang tua mencegah hal-hal bullying, karena bullying ini menjadi PR kita bersama-sama di Tangerang Selatan. “Ucap Dedi.

(Yuyun)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *