Kota Depok | antarwaktu.com – Berlomba agar mendapat kebaikan dan keberkahan dalam bahasa Arab disebut Fastabiqul khairat merupakan salah satu amalan yang dianjurkan dalam Islam. Amalan inilah yang akan memberatkan timbangan kebaikan kelak di akhirat. Fastabiqul khairat termasuk salah satu ciri dari orang yang beriman.
Sedangkan membaca Al-Qur’an adalah bentuk ibadah, dialog spiritual, dan sumber ketenangan jiwa yang memberikan syafaat, meningkatkan keimanan, serta memperbaiki akhlak. Refleksi mendalam melampaui sekadar bacaan, yaitu meresapi makna, memperbaiki bacaan (tartil), dan menerapkan petunjuk-Nya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga Al-Qur’an menjadi pedoman hidup, bukan sekadar hiasan.
Dalam rangkaian puncak acara “Wartawan Mengaji” diawali dengan khataman Al-Qur’an. Kemudian kegiatan tersebut dilanjutkan dengan doa khatmil Qur’an, tahlil, dan tausiyah Ramadhan, berlangsung Jum’at (13/3/2026), di Sekretariat PWI Kota Depok, Jawa Barat.
Koordinator Bidang Kerohanian PWI Kota Depok, Syahruddin El Fikri, menyampaikan, bahwa keberhasilan program ini lahir dari kekompakan seluruh anggota. Menurutnya, kegiatan ini bukan hasil kerja satu atau dua orang saja. “Kami hanya menginisiasi. Semuanya terlaksana karena soliditas dan kebersamaan seluruh anggota PWI Kota Depok,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan, bahwa program Wartawan Mengaji ini merupakan pelaksanaan yang kedua. Kegiatan serupa pertama kali digelar pada Ramadhan tahun 2025.
Tahun ini, lanjutnya, respons publik juga sangat baik. Banyak pihak memberikan apresiasi atas konsistensi insan pers dalam menghidupkan Ramadhan dengan kegiatan rohani.
“Alhamdulillah, kegiatan ini berjalan lancar dan mendapatkan banyak apresiasi dari berbagai kalangan, baik anggota legislatif, eksekutif, maupun tokoh publik,” ucap Syahruddin.

Dalam kegiatan tersebut hadir juga Neno Warisman sebagai public figure dan Chandra Wahyu Bonte menyampaikan, bahwa pihaknya mengaku senang dan salut dengan program Wartawan Mengaji. “Salut dan keren,” ujar Neno Warisman yang juga staf di Kementerian Kebudayaan RI itu.
Dia juga berharap kegiatan tersebut terus berlanjut pada Ramadhan mendatang. “Karena, program ini dinilai mampu memperkuat ukhuwah dan semangat spiritual di kalangan wartawan,” imbuh Neno Warisman.
Sementara ditempat yang sama Rusdy Nurdiansyah, selaku Ketua PWI Kota Depok, turut menyambut baik dengan pelaksanaan kegiatan tersebut. “Dirinya sangat mengapresiasi Bidang Kerohanian yang konsisten menghadirkan program positif selama bulan suci,” tukas Rusdy.
Menurutnya, bahwa Wartawan Mengaji bukan sekadar agenda seremonial. Program ini menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat nilai keislaman di lingkungan organisasi.
“Artinya, tak hanya bernuansa ibadah, acara ini juga memuat kepedulian sosial. Bahkan, panitia memberikan santunan kepada anak yatim sebagai wujud berbagi kebahagiaan di bulan penuh berkah,” tutur Rusdy.
Rusdy menegaskan, bahwa dengan keberhasilan program ini menunjukkan bahwa insan pers juga punya komitmen kuat dalam pembinaan rohani. Di tengah kesibukan jurnalistik, mereka tetap mampu menghadirkan kegiatan yang menyejukkan dan bermanfaat.
“Untuk itu, program Wartawan Mengaji diharapkan menjadi agenda rutin tahunan. Bukan hanya menjaga tradisi tadarus, tetapi juga memperkuat wajah pers yang religius, peduli, dan berjiwa sosial,” imbuh Rusdy, yang juga pemegang Pers Card Nomor One (PCNO), dari Presiden RI itu.
MAUL






