Sukabumi | antarwaktu.com – Proyek rehabilitasi bangunan di SMP Pembangunan, Cipetir , Sukasirna Kecamatan Cibadak,Kabupaten Sukabumi, kini menuai sorotan tajam. Proyek yang menelan dana fantastis dari pemerintah tersebut dinilai mengabaikan aspek keselamatan dasar bagi para pekerjanya.
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi pada Sabtu (6/6), sejumlah pekerja terlihat melakukan aktivitas konstruksi berisiko tinggi tanpa dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD) standar.
Kondisi ini memicu kekhawatiran publik, mengingat lokasi proyek tersebut merupakan area pendidikan yang aktif.
Anggaran Fantastis, Standar K3 Nol?
Berdasarkan papan informasi yang terpasang, proyek bertajuk “Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan” ini mengalokasikan dana APBN 2026 sebesar Rp1.607.350.000.
Proyek swakelola yang dijadwalkan berjalan selama 135 hari kalender sejak April 2026 ini seharusnya mencerminkan tata kelola kerja yang profesional dan aman.
Namun, fakta di lapangan justru berbanding terbalik.
Lemahnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi indikasi kurangnya pengawasan dari pihak Panitia Pelaksana Sarana Pendidikan (P2SP).
”Pengabaian APD bukan hanya soal keteledoran teknis, tapi menyangkut nyawa manusia. Dengan anggaran sebesar itu, publik berhak menuntut standar kerja yang sesuai aturan,” ujar Dede salah satu pengamat sosial Sukabumi.
Dinas Pendidikan Janji Lakukan Evaluasi
Menanggapi temuan tersebut, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Herdiawan Waryadi, S.Pd., S.IP., M.Si., merespons cepat laporan media. Melalui pesan singkat, Minggu (7/6), ia menyampaikan apresiasi atas fungsi kontrol sosial yang dilakukan.
”Terima kasih atas informasinya. Hal ini akan segera menjadi bahan evaluasi kami terhadap pihak terkait di lapangan,” tegas Herdiawan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kontraktor pelaksana belum memberikan keterangan resmi terkait minimnya fasilitas K3 yang disediakan bagi pekerja.
Publik kini menunggu langkah tegas Dinas Pendidikan guna memastikan bahwa proyek negara ini tidak hanya mengejar target fisik, tetapi juga menjamin keselamatan seluruh pekerja yang terlibat.
T.Sutarman






