Bogor | antarwaktu.com – Disiplin dan integritas adalah fondasi karakter dan budaya kerja profesional, di mana disiplin mencerminkan kepatuhan terhadap aturan dan waktu, sementara integritas merupakan kejujuran serta konsistensi antara tindakan, nilai, dan janji. Keduanya krusial untuk membangun kepercayaan, mencegah korupsi, dan meningkatkan produktivitas.
Pelaksanaan Retret Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), di hari ketiga, Sabtu (31/1/2026), di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Bela Negara, di Bogor, Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Samsoedin mengatakan, bahwa Presiden Prabowo Subianto telah melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh oposisi dalam beberapa waktu terakhir. Pertemuan tersebut, sebagai bagian dari upaya menjaga komunikasi politik dan stabilitas nasional.
“Dengan pertemuan Presiden tersebut dengan tokoh-tokoh di luar pemerintahannya, merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi. Karena, dialog lintas politik diperlukan untuk menyerap berbagai pandangan serta memperkuat persatuan nasional.

“Artinya, Presiden membuka ruang komunikasi dengan semua pihak, termasuk tokoh oposisi. Ini bagian dari konsolidasi kebangsaan dan pendewasaan demokrasi,” ujar Sjafrie, saat mengunjungi retret PWI dan Kemenham 2026, di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Bela Negara, di Bogor, Jawa Barat.
Ia menjelaskan, bahwa pertemuan tersebut tidak selalu berkaitan dengan kepentingan politik praktis, melainkan lebih pada pembahasan isu-isu strategis nasional, seperti stabilitas keamanan, ekonomi, dan arah pembangunan ke depan.
Pernyataan Menhan, setelah mencuat di tengah menguatnya isu reshuffle kabinet serta dinamika politik nasional pascapelantikan Presiden Prabowo.
Diketahui juga, sejumlah pengamat menilai, langkah Presiden bertemu tokoh oposisi dapat diartikan sebagai sinyal politik untuk meredam ketegangan sekaligus memperkuat legitimasi pemerintahan.
Kendati demikian, Sjafrie menyebutkan bahwa pertemuan tersebut tidak serta-merta berkaitan dengan perubahan komposisi kabinet. Ia juga meminta publik tidak menarik kesimpulan berlebihan terhadap setiap agenda pertemuan Presiden.
“Jangan semua hal dikaitkan dengan reshuffle. Presiden fokus bekerja dan menjaga stabilitas negara,” tandasnya.
MAUL/RED











