Tangsel | antarwaktu.com – Sejumlah wali murid di SDN 02 Jombang, Ciputat, menyampaikan kekecewaan terhadap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima siswa pada Jumat, 27 Februari 2026.
Program MBG tersebut merupakan distribusi perdana di sekolah tersebut sejak digulirkan pemerintah secara nasional.
Program MBG sendiri merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat yang dicanangkan di era pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, dengan tujuan meningkatkan asupan gizi anak sekolah di seluruh Indonesia.
Distribusi Perdana untuk 1.036 Siswa
Di SDN 02 Jombang Ciputat, distribusi MBG dilakukan melalui SPPG Serua Indah 3 dengan total 1.036 siswa penerima manfaat.
Penyaluran di lapangan turut dipantau oleh petugas bernama Tristan K.
Adapun menu yang dibagikan kepada siswa terdiri dari:
2 kotak Dinsum (Diduga susu dalam kemasan), 1 buah jeruk, dan 1 buah roti.
Menu tersebut dibagikan langsung kepada siswa di lingkungan sekolah pada jam kegiatan belajar berlangsung.
Wali Murid Pertanyakan Kualitas dan Kecukupan Menu
Beberapa wali murid mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah terhadap kebutuhan gizi anak sekolah. Namun, mereka menilai menu yang diberikan masih perlu evaluasi dari sisi variasi, kandungan protein, serta kelengkapan gizi seimbang.
“Harapannya menu bisa lebih lengkap, ada nasi atau lauk yang lebih mengenyangkan,” ujar salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya.
Kekecewaan ini muncul karena program MBG digadang-gadang sebagai upaya pemenuhan gizi komprehensif bagi anak sekolah dasar, terutama dalam mendukung tumbuh kembang dan konsentrasi belajar.
Harapan Evaluasi dan Perbaikan Menu MBG
Sebagai distribusi pertama di SDN 02 Jombang Ciputat, para wali murid berharap pihak penyelenggara maupun instansi terkait dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas dan standar menu yang diberikan.
Program MBG diharapkan tidak hanya sekadar simbolis, tetapi benar-benar memenuhi standar gizi anak sesuai pedoman kesehatan.
Selain itu, transparansi terkait kandungan nutrisi dan perencanaan menu juga dinilai penting agar masyarakat memahami komposisi makanan yang diberikan kepada anak-anak mereka.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak penyelenggara terkait evaluasi menu yang dipersoalkan wali murid.
(Red/Yun)












