Menu Bergizi tapi Limbah Tak Teruji? Dapur MBG Kadudampit Cemari Drainase Situgunung, Pengelola “Menghilang” Saat Jam Kerja

Sukabumi | antarwaktu.com – Program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto di wilayah Kecamatan Kadudampit kini menuai sorotan tajam.

Bukan soal komposisi gizi makanannya, melainkan jejak kotor yang ditinggalkan pada lingkungan sekitar.
Hasil investigasi tim DPP IJDA (Indonesia Jurnalis Digital Asosiasi)di lapangan menemukan fakta miris,Kamis,9/4/2026).

Aliran air keruh berbau sisa olahan dapur tampak mengalir bebas memenuhi drainase publik tepat di seberang gedung Dapur MBG/Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ironisnya, lokasi pembuangan limbah ini berada di jalur utama menuju destinasi wisata internasional Situgunung yang seharusnya dijaga estetika dan kebersihannya.

Diduga Abaikan Standarisasi BGN

Padahal, Badan Gizi Nasional (BGN) telah menerbitkan instruksi ketat mengenai standarisasi dapur SPPG. Berdasarkan pedoman BGN, setiap unit dapur wajib memiliki sistem pengolahan limbah yang mumpuni untuk memastikan Zero Waste Impact. Salah satu poin krusial adalah penggunaan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) yang terstandarisasi, bukan sekadar aliran manual yang langsung dibuang ke drainase warga.

“Dapur MBG seharusnya menjadi model fasilitas kesehatan pangan yang paripurna. Jika IPAL-nya hanya manual dan limbah dibuang ke drainase jalan wisata, ini jelas melanggar SOP standarisasi lingkungan yang ditetapkan BGN,” ungkap salah satu Tim IJDA yang meninjau lokasi.

Pengelola Tak Ada di Tempat

Guna mendapatkan perimbangan berita, tim investigasi mencoba melakukan konfirmasi ke Kantor Dapur MBG tersebut.

Namun sangat disayangkan, meski masih dalam jam kerja operasional, tidak ada satu pun perwakilan pengelola atau penanggung jawab yang berada di kantor untuk memberikan penjelasan terkait temuan limbah tersebut.

Ketiadaan pihak pengelola di saat jam kerja ini menimbulkan tanda tanya besar mengenai fungsi pengawasan internal dan manajemen operasional dapur yang mengelola dana negara tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, aliran limbah sisa produksi masih nampak mengaliri drainase dan menimbulkan kekhawatiran akan dampak pencemaran lingkungan jangka panjang serta rusaknya citra kawasan wisata Situgunung.

Tim IJDA akan melaporkan sekaligus mendesak Direktur Wilayah II Albertus DD Badan Gizi Nasional segera turun tangan melakukan audit investigatif terhadap fasilitas dapur di Kadudampit tersebut.

Tim