Kota Tangerang | antarwaktu.com – Dugaan adanya koordinasi uang sebesar Rp4 juta dalam aktivitas penarikan kabel bawah tanah milik Telkom (KTTL) di wilayah Karawaci, Kota Tangerang, kian memanas. Meski tudingan tersebut telah dibantah pihak Polsek Karawaci, polemik di balik aktivitas malam hari itu justru terus mencuat ke permukaan.
Informasi yang dihimpun antarwaktu.com menyebutkan, seorang koordinator lapangan penarikan kabel yang akrab disapa Obotte (Nama Palsu) diduga mendapat teguran keras dari salah satu anggota kepolisian setempat. Teguran itu disebut terjadi setelah isu dugaan koordinasi mencuat dan menjadi perbincangan.
Dalam percakapan melalui sambungan WhatsApp pada Sabtu, 16 Mei 2026, Obotte bahkan menyebut situasi sempat ricuh lantaran Kanit Reskrim Polsek Karawaci diduga marah dan meminta kegiatan tersebut tidak lagi dilanjutkan di wilayah hukumnya.
“Ini Kanit Polsek ngoceh, ricuh nih… rese nih orang,” ujar Obotte, yang diduga menirukan nada percakapan melalui sambungan telepon.
Tak hanya itu, aktivitas penarikan kabel bawah tanah tersebut disebut sementara dihentikan di wilayah Karawaci. Bahkan, muncul rencana pemindahan kegiatan ke wilayah hukum Polsek Jatiuwung guna menghindari polemik yang berkembang.
“Untuk wilayah Karawaci sementara dihentikan. Mungkin pindah ke Jati,” ungkapnya saat berbicara dengan seseorang Mr X melalui panggilan WhatsApp.
Pernyataan tersebut berbeda dengan penjelasan Kanit Reskrim Polsek Karawaci, AKP Riono, ketika dikonfirmasi Redaksi antarwaktu.com pada Jumat, 15 Mei 2026. Dalam keterangannya, ia membantah keras adanya dugaan setoran uang maupun koordinasi dari pihak pengusaha atau pengurus kegiatan penarikan kabel.
“Saya jamin bang, dugaan koordinasi uang yang Anda maksud tidak ada,” tulis AKP Riono melalui pesan WhatsApp.
Perwira kepolisian itu juga mengaku tidak mengetahui adanya aktivitas penarikan kabel tersebut. Ia menegaskan, pihak kepolisian akan turun ke lokasi apabila menerima laporan resmi dari masyarakat maupun instansi terkait.
“Izin terkait kegiatan tersebut kami tidak mengetahui. Dengan saudara Rangga kami juga tidak kenal. Jika ada informasi atau laporan masyarakat, piket Polsek pasti akan mendatangi lokasi,” tulisnya lagi.
Kasus ini kini menjadi sorotan publik karena memunculkan berbagai pertanyaan serius. Mulai dari legalitas penarikan kabel, pihak yang berada di balik aktivitas tersebut, hingga dugaan adanya permainan koordinasi untuk melancarkan kegiatan yang disebut-sebut berlangsung pada tengah malam.
Apabila dugaan itu terbukti benar, maka persoalan tersebut bukan lagi sekadar penarikan kabel biasa. Publik menilai, kasus ini dapat menyeret persoalan lebih besar terkait dugaan praktik permainan lapangan yang mencoreng citra Polri dan Penegak Hukum di wilayah Polres Metro Kota Tangerang.
(Haidar)
Isu Setoran Rp4 Juta Penarikan Kabel Telkom Bocor, Kanit Reskrim Karawaci Disebut Murka







