​Sinergi Warga dan Perusahaan, Pembangunan Drainase Kampung Legoknyenang Capai 70%

​Sukabumi | antarwaktu.com – Pembangunan infrastruktur berupa drainase (TPT) di Kampung Legoknyenang, Desa Cikujang, Kecamatan Gunungguruh kini tengah dikebut. Memasuki tahap pertama, progres pembangunan fasilitas penunjang lingkungan ini dilaporkan sudah menyentuh angka hampir 70 persen.
​Pembangunan ini menjadi contoh nyata kolaborasi yang apik antara dunia usaha, pihak swasta, serta kepedulian masyarakat setempat.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh perwakilan warga yang juga bertindak sebagai panitia pelaksana pembangunan.

​”Kami menjelaskan bahwa pembangunan drainase atau TPT ini bermodalkan dari perusahaan, tetapi di situ banyak sekali kontribusi dan sinergi dari beberapa perusahaan yang ikut membantu,” ujarnya saat memberikan keterangan di lokasi pembangunan.

​Pihak panitia membeberkan sejumlah pihak yang turut andil dalam memberikan bantuan material demi kelancaran proyek ini, di antaranya:
​PT. CPS beserta rekan-rekannya,
​MBH,
​CV. Alfharizki (bantuan galian tanah),
​PT. Sriya Sewu, Tbk (membantu dalam bentuk 40 sak semen),
​Serta kontribusi dari Developer Perumahan dan Agen Gas LPG yang berlokasi di Kp. Legoknyenang.

​Tak hanya disokong oleh korporasi, kekuatan swadaya dan gotong royong warga Kampung Legoknyenang juga menjadi motor utama.

Warga tercatat ikut menyumbangkan tenaga serta material, termasuk sumbangan 1 truk batu dari warga yang memiliki material tersebut.

​Cakupan Wilayah dan Kebutuhan Material

​Secara geografis, pembangunan drainase sepanjang kurang lebih 140 meter ini (atau total sekitar 280 meter untuk pengerjaan kanan dan kiri) melintasi dua wilayah ke-RW-an yang saling berbatasan, yaitu RW 21 dan RW 22. Secara lebih rinci, area yang terdampak meliputi RT 42, RT 43, RT 44, dan RT 45.
​Untuk kebutuhan logistik penunjang, hingga saat ini pembangunan telah menghabiskan:
​Pasir: 4 Truk (bantuan dari pihak perusahaan).
​Batu: 4 Truk/Dumptruk (3 truk dari perusahaan dan 1 truk swadaya warga).
​Semen: Total 85 sak yang sudah digunakan (40 sak dari PT. Sriya Sewu, Tbk, serta 20 sak dan 25 sak dari pembelian/bantuan tambahan).

​Meski progres berjalan positif dan bertahap, pihak panitia mengakui masih ada beberapa kekurangan material untuk merampungkan tahap pertama ini secara sempurna.

​”Alhamdulillah pembangunan berjalan dengan bertahap. Kami selaku perwakilan warga sekaligus panitia ingin terus berpartisipasi dan berkontribusi untuk pembangunan lingkungan.

Saat ini untuk semen sendiri kami masih mengalami kekurangan sekitar hampir 20 sak lagi,” tambahnya.

​Masyarakat berharap pembangunan drainase ini dapat selesai tepat waktu agar manfaatnya bisa segera dirasakan, terutama dalam mencegah luapan air dan memperkokoh infrastruktur jalan di Kampung Legoknyenang.

Tarman Sutarman
Biro Sukabumi