Sukabumi | antarwaktu.com – Gerah dengan tata kelola dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai bermasalah, ratusan warga Desa Girijaya, Kecamatan Nagrak, yang tergabung dalam Gerakan Warga Cirendeu Bersatu (GWCB) menggelar aksi unjuk rasa di lokasi SPPG Giri Jaya, Jumat (5/6/2026).
Aksi yang dimulai sejak pukul 14.56 WIB tersebut tampak memanas seiring berdatangannya massa ke lokasi dapur yang menjadi mitra Badan Gizi Nasional (BGN). Dalam aksinya, warga menuntut pertanggungjawaban pihak yayasan atas dugaan pengabaian Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam menjalankan program prioritas pemerintah tersebut.
Aksi damai ini mendapatkan pendampingan penuh dari LSM Eka Paksi. Ketua LSM Eka Paksi, Abu Jibril, yang memimpin langsung orasi dari atas mobil komando, menyatakan bahwa kedatangan massa adalah bentuk pengawasan masyarakat agar program nasional ini berjalan sesuai koridor yang benar.
”Kami tidak menolak programnya, justru kami sangat mendukung.
Namun, kami menolak keras jika pengelolaannya dilakukan secara serampangan dan mengabaikan SOP yang telah ditetapkan,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat, Apih Endin, saat berorasi di tengah kerumunan warga.
Menurut perwakilan warga, terdapat keresahan mendalam terkait pola manajerial yayasan yang dianggap tidak transparan. Warga mendesak agar ada pembenahan segera dalam struktur manajemen agar kualitas dan distribusi makanan bagi penerima manfaat tetap terjaga kualitasnya.
Hingga berita ini diturunkan, massa masih bertahan di sekitar area SPPG Giri Jaya, menanti respons konkret dari pihak yayasan terkait tuntutan perbaikan tata kelola yang disampaikan. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak pengelola SPPG Giri Jaya terkait tuduhan tersebut.
Tarman Sutarman










