Baronang | antarwaktu.com – Obvitnas atau Objek Vital Nasional yakni kawasan, lokasi, bangunan/instalasi, atau usaha yang menyangkut hajat hidup orang banyak, kepentingan negara, serta sumber pendapatan negara yang bersifat strategis. Gangguan atau ancaman terhadap Obvitnas dapat mengakibatkan bencana kemanusiaan, kekacauan transportasi, hingga terganggunya stabilitas ekonomi dan politik.
Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 63 Tahun 2004, sebuah aset atau kawasan diklasifikasikan sebagai Obvitnas jika memenuhi satu atau seluruh kriteria berikut:Menghasilkan kebutuhan pokok sehari-hari.
Hal tersebut, untuk memperkuat sistem keamanan pada kawasan Objek Vital Nasional (Obvitnas) sektor pertambangan, komitmen Polri, Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Korsabhara Baharkam Polri menggelar sosialisasi dan penyiapan Program Kerja Teknis (PKT) Sistem Manajemen Pengamanan (SMP), pada Senin (29/6/2026), di PT Asmin Bara Bronang.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Aplus Center PT Asmin Bara Bronang ini dipimpin langsung oleh Ketua Tim Sosialisasi Polri, Kombes Pol Hamam Wahyudi, S.H., S.I.K., M.H. Acara juga dihadiri oleh Pjs General Manager Operation PT Asmin Bara Bronang, Kurniawan Eko Alta, beserta jajaran manajemen perusahaan dan unsur BKO TNI-Polri.
Dalam sambutannya, Kurniawan Eko Alta mengapresiasi asistensi dari Ditpamobvit Baharkam Polri. Menurutnya, implementasi SMP sangat krusial untuk menjamin keberlangsungan operasional perusahaan yang aman dan kondusif.
Ketua Tim Sosialisasi Polri, Kombes Pol Hamam Wahyudi, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan, bahwa penerapan SMP bukan sekadar pemenuhan regulasi, melainkan investasi strategis untuk melindungi aset negara.
PT Asmin Bara Bronang merupakan bagian dari Objek Vital Nasional yang memiliki peran penting bagi negara. Oleh karena itu, sistem pengamanannya harus distandarisasi dengan baik. “Melalui Perpol Nomor 7 Tahun 2019, kita membangun sinergi kuat antara Polri dan pihak manajemen untuk mengantisipasi serta memitigasi segala bentuk potensi gangguan keamanan secara sistematis dan terukur,” ujar Kombes Pol Hamam Wahyudi.
Selanjutnya, Auditor SMP Tenaga Profesional Ditpamobvit, Budi Purwoto, S.E., mengupas tuntas teknis implementasi keamanan di lapangan. Ia menjelaskan instrumen audit yang harus dipenuhi perusahaan agar sesuai standar kepolisian.
Guna melihat langsung kondisi riil di lapangan, Tim Polri bersama manajemen perusahaan melakukan tinjauan ke beberapa titik strategis, antara lain:
Area View Point operasional tambang, Gudang bahan peledak (handak) beserta Pos Pengamanan, Area bandara PT Asmin Bara Bronang, Pos Pengamanan Gajah. Kemudian, diakhiri dengan sesi diskusi interaktif, penyerahan plakat penghargaan dari PT Asmin Bara Bronang kepada Tim Polri, serta foto bersama seluruh peserta.
MUL/RED







