Banyuasin | antarwaktu.com – Desa Limbang Mulya menjadi lokasi pelaksanaan Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) yang diselenggarakan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya tahun 2026, sebagai wujud nyata penerapan Tridharma Perguruan Tinggi.
Berfokus pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat, mahasiswa PBL Kelompok 18 menghadirkan program kerja bernama Dapur GEMPITA SEHAT (Gerakan Edukasi Masyarakat Cegah Penyakit Tidak Menular/PTM). Kegiatan ini ditujukan khusus bagi warga Desa Limbang Mulya yang terdiagnosis menderita Diabetes Mellitus dan Hipertensi.
PTM adalah kelompok penyakit yang tidak menular dan umumnya menyerang usia dewasa hingga lansia. Kemunculannya dipengaruhi oleh faktor keturunan serta pola hidup yang kurang sehat. Di Desa Limbang Mulya, kasus Diabetes Mellitus dan Hipertensi tercatat mengalami peningkatan dibandingkan data tahun 2025.
Meskipun belum tergolong tinggi, tren kenaikan ini menjadi peringatan dini agar perhatian terhadap kesehatan segera ditingkatkan. Oleh sebab itu, diperlukan intervensi berupa edukasi yang tepat guna mencegah penyebaran dan perkembangan penyakit ini sejak dini.
Program Dapur GEMPITA SEHAT dilaksanakan pada Selasa (16/06/2026) di Kantor Desa Limbang Mulya dan dihadiri oleh sekitar 30 warga. Peserta tampak antusias dan menyimak dengan saksama penjelasan mengenai pengertian PTM, jenis-jenisnya, gejala yang muncul, faktor risiko, hingga langkah-langkah pencegahannya. Hal ini menunjukkan masih tingginya kesadaran warga untuk menghindari risiko penyakit tersebut.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga dilengkapi dengan sesi peragaan memasak makanan sehat, yaitu puding berbahan dasar ubi kuning yang aman dikonsumsi bagi penderita Diabetes Mellitus dan Hipertensi.
Harapannya, resep dan cara pengolahan ini dapat diterapkan secara mandiri oleh warga di rumah masing-masing. Program ini juga sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 3, yaitu menjamin kehidupan yang sehat dan mendukung kesejahteraan bagi semua orang di segala usia.
Sebagai bentuk pembuktian dan kepercayaan, puding yang telah dimasak dalam jumlah cukup banyak kemudian dicicipi bersama oleh seluruh peserta di lokasi kegiatan. Melalui program ini, diharapkan perhatian warga terhadap PTM semakin meningkat, sehingga mampu mengubah pola hidup dan mengantisipasi risiko penyakit yang diturunkan maupun yang dipicu oleh kebiasaan sehari-hari.
(RYD/RLS)












