Garut | antarwaktu.com – Memasuki bulan Juli 2026, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Garut menjadikan Bakti Sosial Pelayanan KB Serentak sebagai agenda utama.
Kegiatan ini digelar di 42 kecamatan se-Kabupaten Garut dan berlangsung hingga 8 Juli 2026 dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional.
Kepala DPPKBPPPA Kabupaten Garut Yanyan menyampaikan bahwa bakti sosial ini bertujuan mendekatkan akses layanan KB kepada masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan keluarga di wilayah.
Salah satu layanan unggulan dalam kegiatan ini adalah Pelayanan Keluarga Berencana. Untuk metode jangka panjang, DPPKBPPPA memusatkan pelaksanaan Metode Operasi Wanita (MOW) atau vasektomi wanita di Klinik Bunda Alya.
Target peserta yang ditetapkan sebanyak 70 orang. Layanan ini diharapkan dapat menjadi alternatif bagi pasangan usia subur yang telah mantap tidak menambah anak lagi,” jelasnya.
Selain fokus pada KB, DPPKBPPPA juga melanjutkan giat rutin pelayanan publik dan perlindungan. Layanan ini mencakup akses pendampingan bagi korban kekerasan terhadap perempuan, anak, dan penyandang disabilitas di Kabupaten Garut.
“Dengan begitu, peringatan Hari Keluarga Nasional tidak hanya menyasar aspek kesehatan reproduksi, tetapi juga pemenuhan hak dan rasa aman bagi kelompok rentan,” ujarnya.
Di awal Juli, DPPKBPPPA Kabupaten Garut juga menerima kunjungan kerja dari Komisi IV DPRD Kota Cimahi. Kedatangan tersebut dalam rangka studi komparasi terkait pelaksanaan program kependudukan dan keluarga.
Pertemuan ini menjadi ruang berbagi praktik baik antara kedua daerah dalam upaya menekan angka kelahiran dan meningkatkan kualitas keluarga.
Guna meningkatkan kapasitas keluarga, dinas ini turut menggelar program peningkatan kapasitas bertajuk Kelas Aman, singkatan dari Ayah Idaman, tingkat provinsi di wilayah Garut.
Program ini menyasar penguatan peran ayah dalam pengasuhan, komunikasi, dan perlindungan anak di dalam rumah.
Dengan rangkaian kegiatan tersebut, DPPKBPPPA Kabupaten Garut berharap peringatan Hari Keluarga Nasional 2026 dapat berdampak langsung pada peningkatan akses layanan, kesadaran ber-KB, serta penguatan peran keluarga sebagai unit terkecil pembentukan masyarakat yang tangguh. (Chrystian) Editor: Buy










