Bandung | antarwaktu.com – Menghadapi musim kemarau 2026, Pemkab Bandung memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mengantisipasi kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sekaligus menjaga layanan air bersih dan ketahanan pangan.
Hal itu terungkap saat Bupati Bandung Dadang Supriatna memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) bulanan di Gedung M Toha Soreang Bandung, Senin (20/7/2026).
Berdasarkan Kajian Risiko Bencana Kabupaten Bandung Tahun 2026–2029, sebanyak 31 kecamatan dipetakan berpotensi mengalami kekeringan.
“Sebagai langkah antisipasi, pemerintah telah menetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla serta memperkuat koordinasi antar perangkat daerah,” papar Bupati Dadang di hadapan peserta Rakor.
Menurut Bupati, berbekal pengalaman penanganan El Niño 2023, BPBD bersama perangkat daerah dan mitra menyiapkan pemantauan wilayah rawan, distribusi air bersih, serta kesiapsiagaan penanganan karhutla.
Masih menurut Bupati di sektor pertanian, berbagai langkah mitigasi dilakukan melalui pompanisasi, pengaturan pola tanam, normalisasi irigasi, hingga pembangunan dan rehabilitasi 121 prasarana pertanian untuk menjaga produktivitas lahan.
Sementara itu, Perumda Air Minum Tirta Raharja mengoptimalkan pengamanan sumber air baku, produksi dan distribusi air, serta menyiapkan layanan darurat melalui armada mobil tangki di wilayah prioritas.
Sebagai tindak lanjut, Bupati menegaskan bahwa keberhasilan menghadapi musim kemarau bergantung pada sinergi seluruh perangkat daerah.
” Saya meminta seluruh ASN terus meningkatkan profesionalisme, memanfaatkan teknologi informasi, serta memberikan pelayanan yang cepat, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.
(Asbuy)












