Kota Tangerang | antarwaktu.com – Ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD) tidak mengenal musim. Di tengah meningkatnya kewaspadaan terhadap penyakit yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti, warga RT 01 RW 02, Kampung Karang Anyar, Kelurahan Karang Sari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, memilih bertindak nyata daripada hanya menunggu datangnya bantuan.
Melalui semangat gotong royong, warga bersama Ketua RT, Ketua RW, kader Posyandu, Karang Taruna, dan masyarakat setempat melaksanakan kegiatan fogging serta pembersihan lingkungan pada Minggu (2/8/2026).
Aksi tersebut menjadi bukti bahwa keselamatan masyarakat tidak hanya bergantung pada program pemerintah, tetapi juga lahir dari kepedulian dan kesadaran kolektif warga.
Ketua RT 01, Abdul Rozi, menegaskan bahwa upaya pencegahan harus menjadi budaya masyarakat.
“Mencegah lebih baik daripada mengobati. Jangan menunggu ada korban baru bergerak. Mari bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan agar keluarga kita terhindar dari DBD,” tegas Rozi.
Fogging dilakukan sebagai langkah pengendalian nyamuk dewasa di kawasan permukiman yang berpotensi menjadi tempat persembunyian nyamuk. Namun, warga menyadari bahwa pengasapan bukanlah solusi tunggal. Pemberantasan sarang nyamuk melalui kebersihan lingkungan tetap menjadi kunci utama dalam memutus siklus perkembangbiakan nyamuk.
Semangat kebersamaan yang ditunjukkan warga Karang Sari menyampaikan pesan yang kuat: kesehatan lingkungan adalah tanggung jawab bersama, bukan sekadar tugas pemerintah atau petugas kesehatan. Lingkungan yang bersih akan jauh lebih efektif mencegah penyakit dibandingkan tindakan yang dilakukan setelah warga mulai jatuh sakit.
Di tengah masih ditemukannya lingkungan yang kurang terawat di berbagai wilayah, aksi warga Karang Sari menjadi tamparan bagi siapa pun yang masih menganggap kebersihan sebagai urusan orang lain.
Gotong royong bukan sekadar tradisi, melainkan benteng pertama dalam melindungi masyarakat dari ancaman penyakit.
Harapannya, kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin dan menjadi gerakan bersama di seluruh lingkungan permukiman.
Sebab, DBD tidak memilih korban, tetapi dapat dicegah apabila masyarakat memiliki kepedulian untuk menjaga kebersihan lingkungan, menghilangkan genangan air, dan membangun budaya hidup sehat sejak dari rumah masing-masing.
Ketika masyarakat bersatu menjaga lingkungannya, nyamuk kehilangan tempat berkembang biak, dan penyakit kehilangan peluang untuk menyerang.
(Dina)












