Depok | antarwaktu.com – Upaya memperkuat kemandirian desa wisata berbasis wellness dan kearifan lokal terus diperluas Politeknik Negeri Jakarta (PNJ).
Melalui Pusat Pengembangan Desa Wisata dan Wellness (PUDEWWII) Jurusan Administrasi Niaga, PNJ mematangkan kerja sama strategis dengan Yayasan Muhammadiyah Jakarta dan Yogyakarta.
Pertemuan pematangan kerja sama tersebut digelar di Ruang Tempat Uji Kompetensi (TUK) Jurusan Administrasi Niaga PNJ, Rabu (24/9/2026) pukul 13.00 WIB, sebagai langkah krusial menjelang penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU).
Turut hadir jajaran pimpinan dan tim PUDEWWII AN PNJ, di antaranya Ketua Jurusan Administrasi Niaga Dr. Wahyudi Utomo, Ketua PUDEWWII Dr. Nining Latianingsih., S.H., M.H., Koordinator Program Dr. Dra. Iis Mariam, M.Si., Koordinator Pemasaran Arizal Putra Pratama, MAB., BOM, Anggota Pemasaran Cilla Purba dan Lukman Ari, Tim IT Iwan Sonjaya Restu Jati, serta Tim Administrasi Farida dan Dea.
Sementara dari pihak Yayasan Muhammadiyah Jakarta dan Yogyakarta hadir antara lain, Prof. Kinoko Imam Wicaksono, Edwin, Novita, Rika dan Farida.
Fokus pembahasan adalah perumusan program strategis pengelolaan dan pendampingan berkelanjutan bagi desa wisata di wilayah Jakarta, Yogyakarta, serta daerah kemitraan lainnya.
Kolaborasi akademisi dan lembaga kemasyarakatan ini diharapkan mampu mengoptimalkan potensi lokal desa, mendorong perekonomian warga, serta menciptakan standar tata kelola destinasi wisata berbasis kearifan lokal dan kesehatan holistik.
Tujuh Pilar Kerja Sama Strategis yang Dimatangkan:
- Pengelolaan dan Pendampingan Desa Wisata
Pelatihan manajemen tata kelola destinasi, digitalisasi pemasaran wisata, serta pendampingan Pokdarwis. - Pengembangan Wellness Tourism
Pemetaan potensi herbal, kebugaran tradisional, serta konsep wisata ramah lingkungan. - Pemberdayaan Masyarakat dan Riset Terapan
Pelibatan dosen dan mahasiswa dalam pengabdian masyarakat, riset terapan, dan sertifikasi kompetensi SDM pariwisata. - Pengembangan SDM dan Pendidikan Vokasi
Integrasi kurikulum pariwisata dan ekonomi kreatif, pendirian balai pelatihan bersama, dan program KKN tematik. - Digitalisasi dan Pemasaran Bersama
Pengembangan platform e-booking desa wisata binaan, pelatihan konten kreatif dan SEO, serta promosi melalui jaringan media Muhammadiyah. - Pemberdayaan Ekonomi dan UMKM Lokal
Pengembangan sentra kuliner halal, kolaborasi BUMDes dengan BMT, serta fasilitasi sertifikasi halal. - Mitigasi Bencana dan Pariwisata Berkelanjutan
Integrasi Desa Tangguh Bencana (Destana) melalui MDMC, penerapan eco-tourism, energi terbarukan, dan wisata halal.
Ketua PUDEWWII AN PNJ, Dr. Nining L., S.H., M.H., menegaskan pentingnya sinergi ini.
“Pertemuan ramah tamah hari ini menjadi fondasi penting untuk menyelaraskan persepsi dan mematangkan draf kerja sama sebelum penandatanganan resmi MoU. Kami percaya kolaborasi bersama Yayasan Muhammadiyah Jakarta dan Yogyakarta akan memberi dampak nyata yang luas bagi kemandirian desa wisata,” ujarnya.
Acara ditutup dengan diskusi interaktif dan peninjauan draf kerja sama. Penandatanganan MoU resmi dijadwalkan dalam waktu dekat di Yogyakarta.
PUDEWWII sendiri merupakan pusat unggulan di bawah Jurusan Administrasi Niaga PNJ yang berfokus pada riset, pengabdian masyarakat, serta pendampingan tata kelola desa wisata dan industri wellness di Indonesia.(Red/Yun)






