Zulfikar Hamonangan Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan Bersama Warga Kunciran Indah

Kota Tangerang | antarwaktu.com – Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Zulfikar Hamonangan, S.H, mengajak masyarakat, khususnya generasi muda memahami sekaligus mengamalkan nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan tersebut disampaikan Zulfikar saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI di GOR Bulutangkis Jln. H. Riwan II Blok C RT.004/014, Kelurahan Kunciran Indah, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Jumat (18/09/2026).

Kegiatan tersebut diikuti tokoh masyarakat Kunciran Indah serta Pengurus Organisasi Sayap AMPD.

Dalam pemaparannya, Zulfikar menjelaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan yang terdiri atas Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhineka Tunggal Ika bukan sekedar materi yang perlu dipahami secara teori.

Menurut dia, nilai-nilai tersebut perlu diterapkan oleh penyelenggara negara maupun seluruh elemen masyarakat dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Politisi Demokrat itu secara khusus menyoroti peran generasi muda, termasuk mahasiswa dan pelajar. Menurutnya, anak muda memiliki posisi penting dalam menjaga sekaligus mengawal penerapan nilai-nilai kebangsaan.

“Sosialisasi Empat Pilar ini memiliki tujuan untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan pada warga masyarakat tentang wawasan kebangsaan untuk dijalankan dalam kegiatan hidup sehari-hari. “ujar Bang Zul sapaanya.

Karena itu, Bang Zul menegaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan tidak cukup hanya menjadi pengetahuan yang disampaikan dalam ruang-ruang sosialisasi. Nilai tersebut harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami mengajak seluruh tokoh masyarakat Kecamatan Pinang khususnya warga Kunciran Indah untuk menjadi bagian dari upaya memperkuat nilai kebangsaan di lingkungan masing-masing. “ucapnya.

Bang Zul menegaskan, Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika harus menjadi pedoman dalam bersikap, mengambil keputusan, serta menjalankan tanggung jawab sebagai bagian dari bangsa Indonesia.

“Oleh karena itu, bagi Negara Indonesia yang memiliki keanekaragaman ras, suku, agama, dan bahasa yang berbeda-beda, mengharuskan setiap langkah dan kebijakannya diarahkan untuk memperkuat persatuan dan kesatuan. “Tutup Bang Zul.

(Red/Yun)

News Feed