Bandung | antarwaktu.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna menerima silaturahmi dan audiensi Pertamina Patra Niaga terkait potensi over kuota Pertalite (JBKP) dan Bio Solar (JBT).
Audiensi rombongan Pertamina Patra Niaga berlangsung di Kantor Bupati Bandung, Kamis (1/10/2026).
Dalam audiensi tersebut dibahas kondisi kuota BBM subsidi di Kabupaten Bandung yang diproyeksikan tidak mencukupi hingga akhir tahun 2026.
Berdasarkan pemaparan Pertamina, kuota Pertalite diperkirakan habis pada 9 Desember, sedangkan Bio Solar diproyeksikan habis pada awal Desember.
Kondisi tersebut antara lain dipengaruhi pergeseran penggunaan BBM nonsubsidi ke BBM subsidi sejak Juni akibat disparitas harga. Pengguna Pertamax tercatat beralih ke Pertalite sebesar 13,6 persen, sementara pengguna BBM diesel non subsidi seperti Dex beralih ke Bio Solar.
Pertamina juga menyampaikan adanya indikasi pembelian BBM subsidi secara berulang hingga batas maksimal harian 120 liter untuk kendaraan roda empat yang kemudian diduga dijual kembali.
Pola tersebut dapat terdeteksi melalui sistem digitalisasi SPBU dan MyPertamina, dengan ratusan kendaraan yang terindikasi melakukan pengisian berulang telah diblokir.
Sebagai langkah penanganan, dibahas pengajuan tambahan kuota BBM subsidi melalui mekanisme yang berlaku, yakni dari pemerintah daerah kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk selanjutnya diajukan kepada BPH Migas.
Bupati Bandung menyatakan mendukung pengajuan tersebut. Namun, Ia meminta agar kebutuhan tambahan kuota didukung data yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan, terutama dari Pertamina, meliputi kondisi kuota, perkembangan konsumsi, pergeseran penggunaan BBM, serta proyeksi kebutuhan hingga akhir tahun. (Asbuy)










