Kota Depok | antarwaktu.com – Kembali viral dugaan persoalan pada proyek layanan transportasi publik BISKITA Trans Depok berpusat pada proses pengadaan barang dan jasa senilai Rp19 miliar yang diduga bermasalah terus mencuat.
Hingga saat ini polemik dugaan korupsi layanan transportasi Biskita atau Biskita Trans Depok rupanya semakin menyita perhatian publik. Bahkan, datang dari aktivis kesehatan Adi Suman Pasaribu, bahwa dirinya baru mengetahui perihal Biskita Trans Depok yang telah menghabiskan sekitar 19 miliar dana APBD Kota Depok. “Bahkan, dirinya juga mendesak keterbukaan publik tentang untuk apa saja dana tersebut digunakan. Karena, sudah dikasih armada bus, halte juga dikasih, terus harus pake APBD juga 19 miliar, sungguh terlalu,” ujar Adi Suman Pasaribu, Selasa (6/10/2026), dalam keterangannya.
Ia menyebutkan, bahwa selain mubazir, dengan anggaran tersebut seharusnya bisa berfungsi lebih banyak ke masyarakat jika digunakan untuk layanan pendidikan atau kesehatan.
“Jadi, anggaran tersebut coba untuk UHC, berapa nyawa masyarakat miskin di Kota Depok yang bisa di tolong. Dinilai, memang pejabat aneh bener yaa hasrat politik dan nyari uangnya,” tandas Adi Suman.
Sebelumnya juga diberitakan, Informasi mengenai dugaan manipulasi pada Proyek Transportasi Biskita Trans Depok rupanya sudah mencapai tingkat pusat. Seperti halnya yang disampaikan mantan CEO Persikad, Atet Handiyana Sihombing, bahwa dirinya mengaku telah mendapat atensi pusat agar apa yang diucapkan dapat segera dibuat dalam bentuk laporan tertulis dan segera diserahkan untuk dilakukan penyelidikan.
“Benar, kemarin saya konsultasi ke Kejaksaan Agung, lalu oleh salah satu Wakil Kajagung meminta saya agar segera melengkapi berkas pengaduan dugaan pelanggaran proyek Biskita Trans Depok kepada mereka untuk ditelaah lebih lanjut,” ujar Handiyana pada Jumat (25/9/2026), lalu.
Atensi tersebut dikabarkan menguat, terlebih setelah ramai pemberitaan sebuah halte Biskita Trans Depok, tepatnya yang berada di Griya Depok Asri Sukmajaya dikeluhkan sejumlah warga atau calon penumpang.
“Artinya, setelah ramai itu ada halte Biskita Trans Depok, di Sukmajaya yang tanpa atap dan dikeluhkan warga serta calon penumpang, atensi makin menguat. Saya diminta melengkapi berkas yang dimaksud lalu segera diserahkan,” ucap mantan CEO Persikad itu.
MAUL







