Bupati Bandung Dorong Keterlibatan Generasi Muda dan Pemanfaatan Teknologi Pertanian

Bandung | antarwaktu.com – Pemerintah Kabupaten Bandung mengusulkan penanganan 547 daerah irigasi dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp947 miliar untuk mendukung produktivitas pertanian.

Dari usulan tersebut, anggaran sebesar Rp334 miliar disebut telah disetujui melalui koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Pertanian.

Hal tersebut disampaikan Bupati Bandung Dadang Supriatna saat membuka kegiatan TANIVERSE: Explore The World of Agriculture 2026 di Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Selasa (20/10/2026) kemarin.

Bupati meminta Dinas Pertanian bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) mengawal penanganan irigasi agar kebutuhan air bagi lahan pertanian terpenuhi.

Ia menegaskan bahwa perlindungan lahan harus disertai dukungan yang memadai bagi petani.

“Jangan sampai lahan pertanian sudah dilindungi, tetapi tidak diikuti dengan dukungan yang memadai bagi para petani,” tegasnya.

Selain infrastruktur, regenerasi petani menjadi perhatian penting. Bupati Dadang mendorong keterlibatan generasi muda dan pemanfaatan teknologi pertanian, termasuk mesin panen modern, untuk meningkatkan efisiensi kerja dan menjaga keberlanjutan sektor pertanian.

Kabupaten Bandung juga memiliki potensi kopi unggulan dari Cimaung, Ciwidey, Kertasari, dan Pangalengan. Pengembangan komoditas tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah hasil pertanian dan memperkuat potensi ekonomi daerah.

Sementara itu, di Kertasari direncanakan penanaman tanaman keras pada lahan sekitar 4.000 hektare yang diharapkan dapat dipadukan dengan pola tanam tumpang sari, termasuk kopi dan tanaman pangan. Upaya ini diharapkan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus mendukung pelestarian lingkungan.

Melalui TANIVERSE 2026, pengembangan sektor pertanian Kabupaten Bandung diarahkan pada peningkatan produktivitas, penguatan peran petani muda, dan pengembangan potensi lokal guna mendukung ketahanan pangan daerah.(Buy)