Lamongan | antarwaktu.com – Ratusan siswa di Kabupaten Lamongan mengikuti Tour Wisata Edukasi Sejarah dan Belajar Bersama di Museum yang dilaksanakan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Lamongan.
Tour wisata yang diikuti siswa-siswi TK dan SD di Lamongan ini dilaksanakan rutin setiap tahun dalam upaya untuk mengenalkan peninggalan jaman dahulu dan situs cagar budaya yang ada di Lamongan.
Kunjungan Tour Wisata Edukasi Sejarah dan Belajar Bersama di Museum ini di mulai dari Pendopo Lokatantra, Gentong di Masjid Agung Lamongan, Monumen Water Toren, Lembaga Negara (Polres Lamongan dan Kejaksaan Negeri Lamongan) serta Museum Sunan Drajat.
“Hari ini kita kenalkan anak-anak tentang peninggalan yang menjadi sejarah dan situs cagar budaya di Lamongan,” kata Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat menerima kunjungan wisata edukasi di Pendopo Lokatantra, Rabu (29-11-2023).
Di depan siswa-siswi Pak Yes sedikit menceritakan asal-usul Gentong dan Pasujudan yang ada di Masjid Agung Lamongan. Tak hanya itu, dirinya juga menceritakan Monumen Water Toren serta Bupati Lamongan pertama.
“Ada yang kenal nggak dengan Mbah Lamong. Mbah Lamong atau Ronggohadi merupakan Bupati Lamongan pertama yang bergelar Tumenggung Surojoyo yang namanya diabadikan sebagai nama stadiun kebanggaan warga Lamongan,” ucapnya.
Untuk diketahui bahwa Tour Wisata Edukasi Sejarah dan Belajar Bersama di Museum dilaksanakan selama 3 hari yang diikuti 600 siswa.
Hari ini terakhir, Rabu (29-11-2023) diikuti siswa dari SDN Sidogembul, SDN Karangwedoro, SDN Baturono SDN Puter 1, SDN Gedongboyo Untung, SDN Jatirenggo 1 dan SDN Sumberagung.
Sementara itu, Kepala Disparbud Lamongan Siti Rubikah menyampaikan Tour Wisata Edukasi Sejarah dan Belajar Bersama di Museum tahun ini beda dengan tahun sebelumnya karena ada kunjungan kantor lembaga negara yang ada di Lamongan.
“Ya, tahun ini memang beda dari tabun sebelumnya. Karena di tahun ini selain ke Pendopo Lokatantra dan situs cagar budaya juga ke Polres dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan,” kata Rubikah.
Kantor Polres dan Kejari Lamongan menjadi tempat kunjungan bagi peserta tour wisata tersebut, menurutnya, karena ingin mengenalkan siswa mengenai tertib berlalu lintas dan mengenai hukum yang ada di Indonesia.
“Selama ini mereka tahunya Polisi itu hanya menangkap penjahat. Tapi di Polres Lamongan mereka kita kenalkan juga tertib berlalu lintas. Dan di Kejaksaan kita kenalkan mengenai hukum,” tuturnya.
Dikesempatan yang sama, satu di antara peserta Tour Wisata Edukasi Sejarah dan Belajar Bersama di Museum siswa SDN Sidogembul merasa senang diajak jalan-jalan ke tempat wisata yang ada di Kabupaten Lamongan. “Iya, senang karena ini baru pertama kali diajak jalan-jalan,” ucapnya.
Dikatakan Kepala SDN Sidogembul Kamsam Zubairi SPd Mpd Kegiatan tersebut dapat memberikan dampak positif bagi anak-anak sekaligus mempermudah proses belajar tentang sejarah Lamongan khususnya.
“Meskipun kita asinya dari Lamongan belum tentu mengetahui situs-situs yang ada, karena jarang juga ada orang tua yang sadar akan sejarah, ini memberikan kemudahan bagi kami juga untuk menambah wawasan anak,” ungkapnya.
Kepala SDN Sidogembul tersebut berharap, siswa-siswinya dapat belajar dengan senang dan bertambah wawasannya, sekaligus rasa kecintaan terhadap Lamongan pungkasnya.
“Semoga nanti anak-anak wawasan bertambah, semakin cinta kepada Lamongan, dan semoga berjalan terus dari waktu ke waktu kegiatan ini.
Sehingga banyak anak Lamongan yang bisa lebih banyak yang tau akan sejarah Lamongan,” pungkasnya.(tr)