Kota Depok | antarwaktu.com – Kolaborasi adalah proses kerja sama antara dua orang atau lebih, tim, atau organisasi untuk mencapai tujuan bersama, berbagi ide, dan memecahkan masalah secara sinergis. Ini melibatkan penggabungan keahlian, sumber daya, dan komunikasi terbuka untuk menghasilkan dampak yang lebih besar daripada bekerja sendiri.
Seperti halnya dengan momentum di bulan suci Ramadan 1447 H, 2026 ini, dimanfaatkan untuk mempererat sinergi antara Universitas Indonesia (UI) dengan insan pers. Yakni, buka puasa bersama PWI dan IJTI kota Depok, berlangsung, (4/3/2026), di di Wisma Makara UI Depok, Jawa Barat.
Direktur Hubungan Masyarakat (Humas), Media, Pemerintah dan Internasional, Erwin Agustian Panigoro menyampaikan, bahwa pihak UI ingin lebih meningkatkan kolaborasi dengan insan pers dalam berbagai penyampaian informasi berita.
UI, PWI dan IJTI kota Depok berkomitmen dalam peningkatan profesionalisme wartawan serta penguatan komunikasi publik.
“Maka dari itu, UI segera membentuk media center yang bisa mewadahi insan pers beraktivitas mengerjakan kerja-kerja jurnalistik,” ujar Erwin.
Ia menyebutkan, bahwa media center tersebut menjadi hak bagi rekan-rekan jurnalis untuk mendapatkan informasi seputar UI. Tak hanya itu, media center juga digunakan agar UI memperoleh informasi dari dunia luar melalui para jurnalis.
“Mendapatkan informasi kekinian dari apa yang ada di temen-temen saat di lapangan, kalau kami kan adanya di dunia pendidikan,” ucap Erwin.
Erwin juga menambahkan, bahwa kedepannya humas UI akan resmikan media center tersebut bersama dengan para wartawan. Media Center ini akan semakin meningkatkan kolaborasi UI dengan insan pers ke depannya. “Jadi, kita bisa juga bikin kegiatan-kegiatan berkolaborasi dengan wartawan di sini,” paparnya.
Ditempat yang sama Rusdy Nurdiansyah, selaku Ketua PWI Kota Depok, sangat mengapresiasinya kolaborasi UI dengan wartawan. Karena, selama ini sudah berjalan cukup baik, bahkan berbagai kegiatan PWI juga sempat beberapa kali di suport UI. Rilis-rilis berita juga sudah tersampaikan dengan baik.
“Namun sekarang ini, harus diakui rilis-rilis yang terkait penemuan-penemuan ilmiah agak kurang tersampaikan. Lebih banyak informasi terkait kerjasama-kerjasama dengan instansi lain. Ke depan kalau bisa rilis-rilis berupa penemuan-penemuan ilmiah bisa lebih diperbanyak,” tukas Rusdy.
Menurutnya, bahwa kebebasan pers harus dibarengi kompetensi dan tanggung jawab. Menurutnya, jumlah wartawan di Depok cukup banyak, namun belum semuanya memenuhi standar kompetensi jurnalistik.
“Bahkan, jumlah wartawan memang luar biasa di Depok. Tapi yang benar-benar kompeten dan sudah lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Dewan Pers, belum terlalu banyak. Kita ingin wartawan benar-benar menjalankan tugas sesuai kaidah, bukan sekadar menulis,” tutur Rusdy.
Rusdy menegaskan, bahwa PWI bersama organisasi jurnalis lainnya, juga IJTI berencana mendorong pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) agar lebih bisa meningkatkan SDM wartawan.
“Hal itu, karena begitu derasnya media sosial, kita wartawan harus bisa menjaga kualitas dan tidak asal menulis seperti di media sosial. Sebab, kita ini wartawan punya kode etik jurnaliatik. Ada kaidah-kaidah jurnalistik yang harus dipenuhi. Berbeda dengan medsos yang informasinya sepotong-sepotong. Terkadang malah menjurus ke hoax. Karena sebagai jurnalis kita punya tanggung jawab,” tandas Rusdy, yang juga pemegang Pers Card Nomor One (PCNO), dari Presiden RI itu.
MAUL












