Sukabumi | antarwaktu.com – Menjelang penghujung bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, suasana khidmat dan penuh keberkahan menyelimuti Gedung Serbaguna Yaspida, Parungseah, Kecamatan Kadudampit, Sabtu (14/3/2026).
Ribuan sosok penjaga moral bangsa para Kyai dan Guru Ngaji dari seluruh pelosok Kabupaten Sukabumi berkumpul dalam agenda Silaturahmi Akbar menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Kegiatan yang bertepatan dengan momentum 25 Ramadhan ini menjadi ajang konsolidasi spiritual antara ulama dan pemerintah (umaro) yang rutin tiap tahunnya. Hadir langsung di tengah-tengah jamaah, Bupati Sukabumi H. Asep Japar didampingi istri, Hj. Rina Rosmaniar, yang disambut hangat oleh keluarga besar Pondok Pesantren Darussyifa Al-fithroh Yaspida Sukabumi.
Pesan Persatuan dari Pucuk Pimpinan
Dalam suasana yang penuh kehangatan, ribuan peserta tampak khusyuk menyimak petuah dan sambutan dari Pimpinan Pondok Pesantren Darussyifa Al_Fitroh,KH.Dr.ES. Mubarok MSc MM yang juga menjabat sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Sukabumi.
Dalam orasinya, beliau menekankan bahwa kekuatan Kabupaten Sukabumi terletak pada ukhuwah (persaudaraan) yang kokoh antara para penggerak agama di akar rumput.
“Guru ngaji dan para kyai adalah benteng terakhir moralitas masyarakat. Silaturahmi ini adalah bentuk penghormatan bagi mereka yang tanpa lelah mengajar alif-ba-ta di pelosok kampung,” ungkapnya di hadapan ribuan hadirin.
Apresiasi Nyata untuk Pahlawan Religi
Bupati Sukabumi, H. Asep Japar, dalam sambutannya turut mengapresiasi peran vital para guru ngaji dalam mendukung Visi misi Kabupaten Sukabumi yang Maju, Unggul , Berbudidaya dan Berkah (MUBAROKAH).
Menurutnya, keberadaan para kiai dan guru ngaji adalah pilar utama yang mendatangkan keberkahan bagi daerah.
Sebagai bentuk apresiasi nyata atas dedikasi dan pengabdian mereka selama setahun penuh, acara ditutup dengan momen berbagi kebahagiaan.
Pondok pesantren Darussyifa Al_Fithroh Yaspida bersama Bupati secara simbolis menyerahkan bantuan berupa:
Paket Sembako untuk membantu kebutuhan pokok menjelang lebaran.
Sarung Baru sebagai simbol penghormatan dan penunjang ibadah.
Kegiatan yang berakhir menjelang waktu berbuka puasa dan dilanjutkan berbuka puasa bersama.
Tentunya ini momen yang menyisakan senyum di wajah para guru ngaji, membawa pulang tidak hanya buah tangan, tetapi juga semangat baru untuk terus membimbing umat pasca Ramadhan.
Tarman Sutarman












