Jakarta | antarwaktu.com – Kecelakaan tabrakan antara KRL Commuter Line dan Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Pada Senin malam, 27 April 2026, telan korban jiwa dan puluhan penumpang luka-luka dilarikan kerumah sakit.
KRL Commuter Line jurusan Cikarang sedang berhenti di jalur 1 karena ada kendaraan roda empat (taksi hijau) yang mogok di perlintasan kereta dekat stasiun. Kemudian, KA Argo Bromo Anggrek dari arah barat memasuki jalur yang sama dan menabrak bagian belakang KRL tersebut.
Dalam insiden tabrakan tersebut, tercatat 7 orang penumpang meninggal dunia dan 81 penumpang luka-luka, Korban yang terjepit di dalam gerbong KRL yang mengalami kerusakan parah, terutama gerbong khusus wanita di bagian belakang.
Selain itu korban yang luka-luka telah mendapatkan penanganan di beberapa fasilitas kesehatan, antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.
Sementara itu, Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidi, menjelaskan kecelakaan ini terjadi sekitar kurang dari pukul 21.00 WIB, dimulai dengan adanya temperan taksi hijau itu di jalur perlintasan langsung (JTL) 85.
Dia menduga temperan ini yang membuat sistem perkeretaapian di daerah stasiun emplasemen Bekasi Timur ini agak terganggu. Namun, dia menyerahkan sepenuhnya kepada KNKT untuk melakukan investigasi menyeluruh.
“Kami menyerahkan kepada KNKT untuk lebih detail mencari tahu penyebab kecelakaan kereta malam ini,” ujar dia.
KAI bersama pihak asuransi memastikan biaya pengobatan dan penanganan korban ditanggung sesuai ketentuan, serta terus berupaya memberikan pendampingan kepada keluarga.
(Kurnia)






