“Terlalu Dini Bicara Musda” Farabi: Belum Buka Pendaftaran, Calon Ketua Harus Sesuai AD/ART dan Didukung Internal 30 Persen

Kota Depok | antarwaktu.com – Musda kepanjangannya dari Musyawarah Daerah, yaitu forum musyawarah atau rapat tertinggi suatu organisasi di tingkat daerah (provinsi atau kabupaten/kota). Kegiatan ini diselenggarakan secara berkala (biasanya 3 hingga 5 tahun sekali) untuk mengambil keputusan strategis organisasi.

Sementara, Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar pada 2026 merupakan agenda konsolidasi dan pemilihan kepengurusan partai di tingkat daerah (provinsi dan kabupaten/kota) yang berlangsung di berbagai wilayah. Pelaksanaan Musda ini diwarnai dinamika politik internal dan target persiapan menghadapi pemilu yang akan datang.

Kendati demikian Musda Partai Golkar Kota Depok, belum diputuskan entah kapan akan diselenggarakannya, namun beberapa nama telah bermunculan sebagai calon pengganti Farabi Arafiq. Seperti, yang sedang viral nama tersebut yakni, Bendahara DPD Golkar Depok, yang juga kini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Depok, H. Tajudin Tabri.

Terkait dengan hal tersebut, Farabi menilai masih terlalu dini bicara tentang Pemilihan Ketua DPD Partai Golkar Kota Depok. Terkait dengan isu telah adanya beberapa nama Calon Ketua DPD Partai Golkar Kota Depok yang sudah terlanjur beredar di masyarakat luas. “Jadi, saya menilai hal itu merupakan yang biasa dan biarkan saja. Untuk itu, ya bertarung saja sesuai prosedur saja. ini hanya kabar yang beredar saja sifatnya,” ujar Ketua DPD Golkar Depok, kepada pewarta, Kamis (28/5/2026).

Ia menyebutkan, bahwa saat ini terlalu dini untuk membicarakan tentang Pemilihan Ketua DPD Partai Golkar Kota Depok. Karena Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat saja belum dilantik dan pengurusnya belum ada. “Jadi kalau sekarang kita bicara terkait hal itu, kesannya terlalu terburu-buru. Bahkan, kami juga belum membuka pendaftaran Calon Ketua DPD Partai Golkar Kota Depok, jadi masih terlalu dini ya bicara hal itu saat ini,” ucap Farabi.

Kendati adanya beberapa nama Kader Partai Golkar yang muncul di arena persaingan pencalonan Ketua DPD Partai Golkar Kota Depok, dirinya menilai itu wajar. “Itu wajar, kalau ada yang sudah mencuri start, mulai kampanye, buat saya itu tidak ada masalah. Karena mereka itu adalah para kader terbaik Partai Golkar Kota Depok dan kader-kader terbaik saya yang membantu di masa kepemimpinan saya,” tutur Farabi.

Ia juga mengaku, bahwa semua Calon saya lihat mempunyai kompetensi, prestasi dan dedikasi yang tinggi kepada Partai Golkar, dan mereka sudah layak jadi Pemimpin DPD Partai Golkar Kota Depok. “Jadi, yang penting harus sesuai AD/ART dan harus didukung 30 persen pemilik suara,” tukas Farabi.

Farabi juga berharap Partai Golkar Kota Depok kedepannya semakin naik dan jaya. Bahkan, dimasa kepemimpinan periode pertama saya, belum mempunyai pimpinan di DPRD. “Alhamdulillah” di periode kedua saya, jumlah kursi bertambah, dari 5 kursi menjadi 7 kursi dewan, serta pimpinan bergeser menjadi yang lebih tinggi.

“Jadi, harapan saya nanti, di kepemimpin berikutnya bisa merebut jabatan pimpinan Eksekutif dan bisa menambah kursi dewan lebih banyak lagi,” imbuh Farabi yang juga anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat itu.

MAUL