Anomali Coffe Gandeng Sundara Coffe Luncurkan “Musim Buah Anomali” di International Coffee Day

Jakarta | antarwaktu.com – Diketahui kalimat “Musim Buah Anomali” sepertinya kampanye atau menu musiman terbaru dari Anomali Coffee yang menyajikan kreasi kopi berasa buah yang segar. Hal itu, dengan berbagai kopi Indonesia kini terus berevolusi seiring pengembangan pengolahan.

Kini diluncurkan kopi rasa buah hasil penerapan teknik fermentasi, dengan pengembangan kopi rasa buah untuk penggemar kopi. Dalam produksi kopi rasa buah, Anomali Coffe menggandeng Sundara Coffe, pengolah kopi asal Tasikmalaya, menggelar acara, V-Drip Brew Battle Grand Launching Musim Buah Anomali, berlangsung Kamis (1/10/2026), di Anomali Coffee Senopati Jakarta Pusat.

Laiqa Riswana dari Sundara Coffe mengungkapkan, sudah memproduksi berbagai kopi rasa mangga, jeruk, stroberi, anggur hitam, melon, hingga buah markisa.

“Dengan kopi rasa buah-buahan produksi Sundara yang diperkenalkan di Anomali Coffe Senopati dikembangkan sejak November 2025. Teknik menggunakan fermentasi kopi dengan buah asli jadi muncul rasa buah,” ujar Laiqa.

Ia menjelaskan, dalam pengembangan kopi rasa buah berlangsung di Karaha Bodas Tasikmalaya yang melibatkan para petani kopi setempat. Dalam pengembangan kopi aroma rasa, Laiqa menyatakan Sundara Coffe mengacu permintaan pelanggan.

“Jadi, hingga saat ini pengembangan sudah mencapai 9 varian rasa. Sejauh ini yang jadi favorit pelanggan adalah kopi aroma buah markisa,” jelas Laiqa.

Kopi rasa buah produksi Sundara, aman dikonsumsi karena fermentasi dengan buah asli dan peralatan yang dipakai sesuai standar pengolahan pangan food grade,” pungkas Laiqa.

Ditempat yang sama Irvan Helmi, selaku co-founder Anomali Coffe menyampaikan, bahwa kopi Indonesia kini memasuki fase ke-4 yakni kopi rasa buah. Hal itu, pada tahap ke-1 yakni saat kopi dinikmati penggemar tanpa mempersoalkan kopi daerah mana.

“Tahap kedua itu, penikmat kopi sudah menikmati kopi dari daerah seperti kopi Sumatera atau kopi Toraja,” ujar Irvan.

Dijelaskannya, sedangkan pada tahap ketiga yakni lebih detil daerahnya bahkan hingga ke nama keluarga petani dan pengolah kopinya.

“Sedangkan tahap ke-4 ini ya sekarang kopi rasa buah. Pengembangan ini karena tuntutan penggemar, mereka tidak mempersoalkan kopi asal mana, tetapi kopi rasa buah,” jelas Irvan.

Irvan menambahkan, bahwa pihaknya telah mengalami 4 fase kopi Indonesia karena Anomali Coffe sudah berumur 19 tahun. Dengan pengembangan kopi rasa buah, baru pada tahap awal. Ia memperkirakan pengembangan fermentasi kopi nantinya akan seperti anggur.

“Mungkin nanti saya kira akan semakin detil dengan indikator rasa. Ini baru tahap awal,” paparnya.

MAUL/RED